Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bolehkan Rutin Minum Tablet Tambah Darah saat Program Hamil? Simak Penjelasan Dokter

Bolehkan Rutin Minum Tablet Tambah Darah saat Program Hamil? Simak Penjelasan Dokter

bolehkan-rutin-minum-tablet-tambah-darah-saat-program-hamil?-simak-penjelasan-dokter
Bolehkan Rutin Minum Tablet Tambah Darah saat Program Hamil? Simak Penjelasan Dokter
service

Jakarta

Tablet tambah darah dapat dikonsumsi untuk mencegah anemia, Bunda. Tablet ini umumnya mengandung zat besi, asam folat, dan beberapa vitamin tambahan.

Pemberian tablet tambah darah biasanya disarankan selama masa kehamilan. Dokter memberikannya untuk mencegah anemia yang dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan.

Lantas, bolehkan mengonsumsi tablet tambah darah ini sejak program hamil (promil)? Apakah konsumsi tablet tambah darah saat promil bisa mencegah anemia saat hamil?

Simak yuk penjelasan dari dokter berikut ini, Bunda!

Aturan konsumsi tablet tambah darah saat program hamil

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Bima Suryantara Sp. OG, mengatakan bahwa konsumsi tablet tambah darah selama program hamil tidak boleh sembarangan. Sebelum minum tablet ini, Bunda disarankan untuk memeriksa kadar zat besi terlebih dulu ke laboratorium.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin dan zat besi normal, maka calon ibu tak perlu lagi mengonsumsi tablet tambah darah. Sebaliknya, bila hasilnya rendah, dokter mungkin akan meresepkan tablet tambah darah ini untuk mencegah anemia.

“Sebaiknya dilakukan pemeriksaan dulu, apakah betul hemoglobin-nya rendah atau kadar zat besinya rendah,” kata Bima saat dihubungi HaiBunda belum lama ini.

“Lalu dikonsultasikan ke dokter. Kemudian baru tahu kira-kira apa yang diperlukan,” sambungnya.

Bima mengatakan bahwa pemeriksaan kadar zat besi dan hemoglobin sebelum hamil menjadi sangat penting bagi perempuan yang mulai program hamil. Bila kadar hemoglobin dan zat besi rendah, maka dokter dapat melakukan tindakan untuk mengatasinya dengan segera.

“Semua itu berawal dari sebelum hamil. Jadi cek rutin laboratorium untuk mengetahui kadar zat besi itu bukan dilakukan hanya saat hamil, tapi sebaiknya dari sebelum hamil. Kita tahu kalau misalnya hemoglobin calon ibu rendah, bisa kita perbaiki dulu supaya nanti ketika hamil tidak terjadi anemia,” ungkap Bima.

Bahaya anemia saat hamil

Pemberian tablet tambah darah saat program hamil dan hamil dapat berbeda ya. Pasalnya, kehamilan sendiri dapat menurunkan kadar hemoglobin atau zat besi di dalam tubuh perempuan, Bunda.

“Secara fisiologis atau normalnya ibu hamil itu akan mengalami penurunan kadar hemoglobin. Tapi kalau si ibu makannya tidak bagus, makan hemoglobin bisa turun terus,” ujar Bima.

“Untuk pemberian tablet tambah darah ini juga akan melihat hasil pemeriksaan. Misalnya, ibu hamil di trimester pertama, hemoglobin-nya sudah di bawah angka normal atau ada di ambang batas normal, maka itu kita akan memberikan tablet tambah darah secara rutin,” lanjutnya.

Menurut Bima, ada tiga poin penting terkait anemia terkait kehamilan, yakni pada saat hamil, saat proses persalinan, dan pasca persalinan. Pada saat hamil, ibu dapat mengalami gejala-gejala anemia, seperti lemah letih, lesu, dan lain sebagainya.

“Kehamilan sendiri akan memperberat gejala tersebut pada ibu dan bayinya. Kita enggak bisa bilang pasti, tapi sebagian besar (dampaknya) bisa membuat pertumbuhan janin terhambat,” kata Bima.

Poin kedua adalah saat proses persalinan. Anemia yang dialami ibu bisa membuat proses persalinan menjadi terhambat. Contohnya pada kasus bukaan jalan lahir yang terhambat.

Terakhir, dampak anemia pasca persalinan. Kondisi anemia yang dialami ibu bisa menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa, Bunda.

“Pasca persalinan itu bayi dan plasenta lahir. Nah, dengan adanya anemia, rahim bisa kesulitan berkontraksi dan pada akhirnya bisa menyebabkan perdarahan pasca persalinan. Kondisi ini dapat mengancam jiwa,” ujar Bima.

Demikian penjelasan dokter terkait konsumsi tablet tambah darah sebelum hamil dan selama hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.