Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kehamilan di Usia Muda Menurunkan Risiko Kanker Payudara? Simak Hasil Penelitian

Kehamilan di Usia Muda Menurunkan Risiko Kanker Payudara? Simak Hasil Penelitian

kehamilan-di-usia-muda-menurunkan-risiko-kanker-payudara?-simak-hasil-penelitian
Kehamilan di Usia Muda Menurunkan Risiko Kanker Payudara? Simak Hasil Penelitian
service

Jakarta

Faktor usia tak hanya memengaruhi kehamilan, Bunda. Studi terbaru mengungkap bahwa kehamilan dini, yakni di bawah usia 20 tahun, dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Studi yang diterbitkan di Nature Communications pada awal tahun 2026 ini menemukan bahwa kehamilan dapat menghambat penumpukan sel-sel di payudara. Sel-sel tersebut telah mengalami ‘krisis identitas’ yang mungkin memicu perkembangan kanker. Jika sel-sel tersebut memang mendorong jaringan untuk menjadi penyakit, maka mencegah akumulasinya mungkin dapat mencegah kanker payudara.

“Kami mencoba melihat mengapa sel-sel ini muncul dan apakah ada cara untuk menghentikannya,” kata ahli biologi kanker dan sel punca di University of California, Santa Cruz, Shaheen Sikandar, dilansir Science News.

Pada perempuan, melahirkan sebelum usia 20-an disebut dapat mengurangi risiko kanker payudara seumur hidup. Meski begitu, perkiraan seberapa besar pengurangannya dapat bervariasi, Bunda.

“Beberapa petunjuk tentang fenomena ini berasal dari tikus muda, yang jaringan payudaranya mengalami perubahan molekuler setelah kehamilan. Tetapi tidak ada yang memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang terjadi pada hewan yang lebih tua, setelah efek perlindungan kehamilan mulai bekerja,” ujar Sikandar.

Studi dilakukan pada tikus percobaan

Dalam studi ini, peneliti membandingkan tikus yang pernah hamil dengan tikus yang belum pernah hamil. Mereka lalu memeriksa kedua kelompok pada usia yang berbeda, hingga usia 18 bulan atau serata dengan usia 55 sampai 65 tahun dalam umur manusia.

Para peneliti kemudian menyelidiki jaringan payudara menggunakan teknik yang memungkinkan untuk mengidentifikasi sel. Teknik ini juga dapat melihat apa yang dilakukan oleh setiap sel, Bunda.

Pada tikus tua yang belum pernah hamil, tim peneliti menemukan sel-sel dengan ciri-ciri aneh. Salah satunya adalah sel hibrida.

Alih-alih sesuai dengan salah satu dari dua jenis sel payudara utama, sel hibrida tersebut merupakan gabungan dari keduanya. Identitas yang berubah semacam itu mungkin menjadi pendorong utama penyebab kanker, seperti yang dilaporkan oleh tim peneliti lain dalam sebuah studi terpisah yang diterbitkan di Nature.

Tapi, tikus dan manusia adalah hewan yang sangat berbeda. Jadi belum jelas apakah pengamatan tim peneliti akan berlaku pada manusia. Terlalu dini juga untuk mengatakan apakah sel hibrida merupakan pemicu kanker.

“Kami pikir sel-sel ini berbahaya. Mereka menunjukkan tanda-tanda bahaya,” ungkap seorang peneliti kanker payudara di City of Hope di Duarte, California, Mark LaBarge.

Menurut LaBarge, penelitian ini telah memicu ‘optimisme dan rasa ingin tahu yang lebih hati-hati’. Namun dengan meneliti tikus, tim peneliti telah menemukan ‘populasi sel yang sangat menarik’. Temuan tersebut bisa menjadi alasan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, Bunda.

Kanker payudara yang mengancam jiwa

Perlu diketahui, kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel payudara yang abnormal tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor. Jika tidak ditangani, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan ada 2,3 juta perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara dan 670.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2022. Kanker payudara terjadi di setiap negara di dunia pada perempuan di segala usia setelah pubertas, tetapi dengan angka kejadian yang meningkat di usia lanjut.

Sel kanker payudara bermula di dalam saluran ASI dan/atau lobulus penghasil ASI di payudara. Bentuk paling awal tidak mengancam jiwa dan dapat dideteksi pada stadium awal.

Namun, sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya (invasif). Hal ini menciptakan tumor yang menyebabkan benjolan atau penebalan.

Kanker invasif dapat menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain di dekatnya (bermetastasis). Metastasis dapat mengancam jiwa dan berakibat fatal.

Demikian hasil studi terbaru tentang kehamilan usia dini yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.