Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. CEK FAKTA: Benarkah Klaim Rokok Legal Lebih Baik Dari Rokok Ilegal?

CEK FAKTA: Benarkah Klaim Rokok Legal Lebih Baik Dari Rokok Ilegal?

cek-fakta:-benarkah-klaim-rokok-legal-lebih-baik-dari-rokok-ilegal?
CEK FAKTA: Benarkah Klaim Rokok Legal Lebih Baik Dari Rokok Ilegal?
service

Jakarta, Prohealth.id – Salah satu perusahaan besar industri rokok buat ramai dalam salah satu acara LPS Finansial Festival di Surabaya (9/8/2025).

Gara-garanya pimpinan industri rokok itu berujar bahwa peredaran rokok ilegal tidak bagus. Sontak saja publik-pun jadi berkomentar seakan rokok legal itu baik.

“Tetapi Sampoerna berkolaborasi dengan berbagai pihak supaya selalu bisa meminimalisirkan peredaran-peredaran barang-barang yang tentunya tadi namanya aja ilegal. namanya ilegal tentu tidak bagus,” begitu kutipan dari CNBC (23/9) salah satu pimpinan industri rokok di ruang acara itu.

Feri Febrian (23) mahasiswa Untirta, selama ini tidak merokok. Ia menyebut narasi pimpinan industri rokok itu bahaya bagi publik. Bagi Feri, pernyataan yang keluar dari industri rokok hanya berdasar pada kerugian bisnis dan penerimaan cukai negara.

“Padahal rokok ilegal maupun legal tetaplah sama, keduanya membawa dampak serius bagi masyarakat,” ujarnya kepada Prohealth, Selasa (23/9/2025).

Feri juga menambahkan seolah rokok legal tidak bermasalah. Ia menekankan penindakan peredaran rokok ilegal memang penting. Namun di sisi lain kata Feri pemerintah jangan menutup mata dan berfokus pada legitimasi legal dan legal saja.

“Yang lebih krusial adalah memabngun kebijakan yang berorientasi pada kesehatan publik, perlindungan generasi muda, dan transformasi ekonomi, agar negara tidak bergantung pada cukai rokok,” katanya.

Dalam konteks rokok ilegal seakan tanggung jawab sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal terasa janggal. Perusahaan industri rokok selama ini tetap mendapat keuntungan dari besar dan penjualan produk. Kenapa begitu? indonesia sendiri menempati posisi sebagai negara perokok ketiga terbanyak.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mencatat jumlah perokok aktif menyentuh angkat 70 juta orang indonesia sama artinya 25 persen jumlah masyarakat.

Maka tak heran bisnis rokok di indonesia mempunyai pangsa pasar yang menjanjikan bagi industri.

Menurut Feri selama ini rokok legal mengandung zat adiktif yang merusak kesehatan, membebani biaya kesehatan nasional.

“Maka perlu juga diakui bahwa beban penyakit akibat konsumsi rokok legal justru lebih besar daripada penerimaan cukai yang masuk ke kas negara.”

Respon Masyarakat Sipil

Mouhamad Bigwanto, Ketua Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) juga menyayangkan narasi industri rokok mencoba untuk menegasikan bahaya dari rokok legal itu sendiri.

“Saya melihat industri rokok berusaha memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan kesan seolah-olah produk mereka lebih baik,” katanya.

Bigwanto menambahkan rokok ilegal memang harus diberantas karena alasan kuat melanggar ketentuan undang-undang. Di sisi lain Bigwanto juga memperingatkan untuk rokok legal untuk tetap dibatasi inilah bentuk inti dari adanya cukai, membatasi ruang rokok legal.

Menggiring narasi seolah rokok legal jauh lebih baik dari rokok ilegal, bisa jadi upaya menyingkirkan saingan. “Rokok ilegal juga diproduksi oleh pabrik rokok, tidak mungkin pabrik roti. semua industri rokok sama saja, produknya sama-sama merusak kesehatan,” katanya. Dalam konteks penindakan rokok ilegal pemerintah juga harus turun tangan.

“Jangan sampai ketidakseriusan pemerintah dalam menegakan aturan dimanfaatkan oleh industri rokok, baik yang legal maupun yang ilegal,” jelas Bigwanto.

Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.