Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Politics
  3. Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, ini makna dan sejarahnya

Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, ini makna dan sejarahnya

hari-kesaktian-pancasila-setiap-1-oktober,-ini-makna-dan-sejarahnya
Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, ini makna dan sejarahnya
service

Jakarta (ANTARA) – Setiap 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Pada tahun 2025, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”.

Meski terdengar mirip, namun peringatan Hari Kesaktian Pancasila berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tanggal 1 Juni setiap tahunnya.

Hari Lahir Pancasila ditetapkan melalui melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016, sedangkan Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan melalui Keppres Nomor 153 Tahun 1967.

Hari Lahir Pancasila diperingati untuk menandai momentum lahirnya gagasan awal Pancasila yang diperkenalkan Presiden Ke-1 RI Soekarno dalam pidatonya di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang sejarah dalam keteguhan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus penghormatan kepada pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

Makna dan Sejarah

Peristiwa G30S/PKI melatari penetapan Hari Kesaktian Pancasila untuk diperingati seluruh rakyat Indonesia setiap tanggal 1 Oktober.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu ditetapkan berdasarkan Keppres Nomor 153 Tahun 1967 yang ditandatangani Presiden Ke-2 RI Soeharto pada 27 September 1967.

Sebagaimana Keppres, penetapan Hari Kesaktian Pancasila berangkat atas kewaspadaan dan daya juang seluruh rakyat Indonesia sehingga pengkhianatan G30S/PKI yang hendak menghancurkan Pancasila pun dapat ditumpas dan digagalkan.

Untuk itu, tanggal 1 Oktober kemudian dinilai memiliki ciri dan corak yang khusus sebagai suatu hari untuk lebih mempertebal dan meresapkan keyakinan akan kebenaran, keunggulan, serta kesaktian Pancasila sebagai satu-satunya pandangan hidup yang dapat mempersatukan seluruh negara, bangsa, dan rakyat Indonesia.

Adapun pemberontakan G30S/PKI merupakan peristiwa kudeta yang disinyalir dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menggulingkan pemerintahan Indonesia yang dipimpin Presiden Soekarno kala itu dan mengubah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menjadi komunis.

Setidaknya ada enam jenderal dan satu perwira pertama TNI Angkatan Darat (AD) yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI, yakni Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen M.T. Haryono, Mayjen D.I. Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean. Para pahlawan revolusi menjadi korban yang dibunuh dan dibuang ke sumur di Lubang Buaya.

Selain itu, ada pula A.I.P. II (Anumerta) K. S. Tubun yang ikut tewas dalam baku tembak; Letnan Kolonel Sugiyono yang dibunuh di Yogyakarta; dan Ade Irma Suryani Nasution, putri dari Jenderal A.H. Nasution, yang tertembak oleh peluru nyasar; serta Jenderal A.H Nasution yang menjadi satu-satunya korban selamat dari target sasaran.

Peristiwa kudeta tersebut pun gagal, dan segera direspons Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Soeharto kala itu dengan mengambil alih komando militer serta memobilisasi pasukan untuk menumpas gerakan G30S, yang kemudian dikaitkan dengan PKI.

Meski demikian, sejumlah sumber sejarah menyangsikan kebenaran PKI berada di balik peristiwa G30S dan/atau menjadi pelaku tunggal peristiwa tersebut sebagaimana versi Orde Baru.

Sejak Keppres Nomor 153 Tahun 1967 tersebut berlaku sejak tanggal ditandatangani, maka seluruh rakyat Indonesia setiap tahunnya memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober guna mengenang kembali pahlawan revolusi yang gugur di atas, serta pengingat pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2025, ini tema dan pedoman peringatannya

Baca juga: Harisson tekankan pentingnya wariskan nilai Pancasila

Baca juga: Anggota DPR: Jadikan Hari Kesaktian Pancasila momen perkuat persatuan

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.