Jakarta, Arina.id—Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Senin, 13 April 2026. Pertemuan selama lima jam itu menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama strategis, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,”ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dikutip laman resminya, Selasa (14/4).
Selain sektor energi, Seskab Teddy menuturkan bahwa kedua negara juga berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.
“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” tuturnya.
Namun, tidak ada pernyataan resmi mengenai pembahasan konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran dalam pertemuan tersebut.
Teddy menjelaskan, pertemuan diawali dengan pembicaraan bilateral selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata selama tiga jam antara kedua pemimpin.
Menurutnya, Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.
Teddy menjelaskan bahwa pertemuan ini juga menunjukkan intensitas hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua pemimpin dalam satu tahun terakhir.
“Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir,” pungkas Seskab Teddy.





Comments are closed.