Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Daerah Penghasil Batubara Mesti Lakukan Diversifikasi Sumber Ekonomi

Daerah Penghasil Batubara Mesti Lakukan Diversifikasi Sumber Ekonomi

daerah-penghasil-batubara-mesti-lakukan-diversifikasi-sumber-ekonomi
Daerah Penghasil Batubara Mesti Lakukan Diversifikasi Sumber Ekonomi
service

Ketergantungan tinggi terhadap sektor batubara menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan ekonomi daerah penghasil batubara, terlebih di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Untuk itu, daerah penghasil batubara perlu lakukan diversifikasi atau penganekaragaman sumber ekonomi, tak hanya bergantung batubara. Martha Jesica Solomasi Mendrofa,  Manajer Riset Kebijakan dan Transisi Berkeadilan, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengatakan, keberlanjutan ekonomi daerah-daerah yang bertumpu batubara, seperti Paser, Kalimantan Timur dan Muara Enim di Sumatera Selatan, berisiko di tengah perubahan pasar dan arah transisi energi global saat ini. “Untuk itu, transformasi ekonomi daerah penghasil batubara perlu diarahkan pada diversifikasi ekonomi lokal yang kompetitif dan saling terhubung,” katanya dalam diskusi bertajuk “Ketergantungan Batubara dan Tantangan Transformasi Ekonomi Daerah,” di Pesta Media 2026. Dengan begitu, daerah tidak cukup hanya mencari sektor pengganti tetapi perlu membangun sinergi antar sektor agar tercipta nilai tambah ekonomi lokal yang lebih kuat. Riset IESR berjudul Just Transition in Indonesia’s Coal Producing Regions, Case Studies Paser and Muara Enim menunjukkan,  ketergantungan ini tercermin dari besarnya kontributor dana bagi hasil (DBH) dari pajak dan royalti pertambangan batubara terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), mencapai 20% di Muara Enim dan rata-rata 27% di Paser. Martha menyebut, di wilayah penghasil batubara, tantangan transisi menjadi makin kompleks karena ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor ini belum diimbangi dengan kesiapan alternatif ekonomi yang memadai. Kondisi itu, katanya, menimbulkan risiko nyata, seperti risiko kehilangan lapangan kerja dan tekanan untuk menyelesaikan ketimpangan sosial dan ekonomi yang lama ada. Sisi lain, perbedaan kepentingan antaraktor terutama dari pemilik modal yang cenderung mempertahankan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.