Tjandra Yoga Aditama menjadi pembicara dalam pencanangan Desa Siaga TB atau Tuberkulosis oleh Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Kamis, 16 April 2026. Motornya Puskesmas Ciracas. Ia menyampaikan masing-masing 3 hal untuk 5 aspek tuberkulosis. “Jadi semacam lima kali tiga,” kata dia.
Aspek pertama, kata dia, diagnosis TB dilakukan melalui 3 hal. Pertama anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh petugas kesehatan.
Kedua pemeriksaan bakteri TB dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan atau mikroskop. Ketiga pemeriksaan Radiologi atau ronsen. Tentu ada juga cara lain seperti tes Mantoux, pemeriksaan IGRA dan lainnya.
Aspek kedua, lanjut Tjandra, adalah 3 hal tentang penularan. Pertama, TB menular langsung dari pasien ke orang di sekitarnya melalui udara. Kedua pada orang yang tertular, kuman TB akan masuk ke paru. Ketiga, dari paru kuman TB dapat menyebar ke alat tubuh lain, seperti otak, tulang, payudara, dan lainnya.
Dokter spesialis paru sejak 1988 ini meneruskan, aspek ketiga adalah 3 hal tentang pengobatan TB. Pertama, TB diobati selama 6 bulan, walau ada juga kemajuan pengobatan yang selama 4 bulan. Kedua, kata dia, pengobatan dibagi dua tahap.
Tahap awal selama 2 bulan dengan 4 obat dan lanjutan selama 4 bulan dengan 2 obat. “Ketiga, TB akan sembuh bila obat dimakan dengan teratur sesuai jadual yang sudah ditetapkan,” kata dia.
Aspek keempat yang Tjandra sampaikan adalah 3 hal tentang pencegahan TB. Pertama adalah segera mengobati pasien TB sehingga tidak menular ke orang lain. Hal kedua adalah vaksinasi BCG. Hal ketiga adalah Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sesuatu yang amat penting untuk ditingkatkan pelaksanaannya di Indonesia dan Jakarta.
Aspek kelima, ucap Tjandra, tiga hal penting lainnya. Pertama tentang TB Resisten Obat. Kedua tentang peran penting Pengawas Menelan Obat (PMO).
“Ketiga seruan agar mereka dengan keluhan yang mungkin mengarah ke TB untuk memeriksakan diri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat,” kata Tjandra.





Comments are closed.