Bersin berulang, hidung terasa gatal, atau muncul bentol kemerahan pada kulit sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda alergi, Yakni respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.
Alergi dapat terjadi pada siapa saja dan kerap muncul tanpa disadari pemicunya. Fenomena ini dijelaskan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho.
Ia menyebutkan alergi berkaitan dengan respons imun yang tidak normal terhadap alergen. “Secara sederhana, alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang disebut alergen,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Secara lebih detail, Lukman memaparkan, dalam bidang otolaringologi (telinga, hidung, dan tenggorokan/THT), terdapat tiga jenis rinitis, yaitu rinitis alergi, nonalergi, dan infeksi.
Ia menyebut rinitis alergi merupakan reaksi hipersensitivitas imunologis terhadap zat asing. Sedangkan rinitis non-alergi dipicu oleh faktor seperti iritan lingkungan, efek samping obat, dan gangguan hormonal. Adapun rinitis infeksi disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur, dan biasanya disertai demam.
Lukmanul Hakim menyatakan gejala alergi umumnya meliputi bersin, hidung tersumbat, serta gangguan pernapasan seperti sesak atau mengi. Pada kulit, alergi dapat muncul sebagai dermatitis atopik atau urtikaria dengan gejala gatal, ruam kemerahan, bentol, hingga kulit kering.
“Pemicunya beragam, mulai dari debu, serbuk sari, suhu dingin, hingga makanan dan bahan kimia tertentu,” urainya.
Ia menyebut, kerentanan terhadap alergi dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka risiko alergi pada anak akan menjadi lebih tinggi.
Selain itu, paparan debu, tungau, bulu hewan, polusi udara, asap rokok, hingga infeksi berulang pada masa anak-anak turut meningkatkan risiko.
Faktor lain seperti stres, gangguan barier mukosa, serta pola makan rendah antioksidan dan asam lemak omega-3 juga berperan. Meski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, alergi dapat dikendalikan dengan baik.
Lukman menjelaskan langkah utama yang mesti dilakukan adalah mengidentifikasi dan menghindari pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
“Dengan mengenali pemicu alergi dan menerapkan pola hidup sehat, kita tidak hanya mencegah alergi kambuh, tapi juga menjaga tubuh tetap nyaman dan produktif,” tuturnya.





Comments are closed.