Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Usung Konsep Green Qurban, NU Care-LAZISNU Hadirkan Program NUSAQU Sasar Wilayah 3T

Usung Konsep Green Qurban, NU Care-LAZISNU Hadirkan Program NUSAQU Sasar Wilayah 3T

usung-konsep-green-qurban,-nu-care-lazisnu-hadirkan-program-nusaqu-sasar-wilayah-3t
Usung Konsep Green Qurban, NU Care-LAZISNU Hadirkan Program NUSAQU Sasar Wilayah 3T
service

Jakarta, NU Online

NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan program Nusantara Berqurban (NUSAQU): Qurban Mendamaikan 1447 H di Gedung PBNU lantai 8, Kramat, Jakarta Pusat pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang dikemas bersamaan dengan acara Halal Bihalal Poroz (Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat) ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Sekretaris LAZISNU PBNU Moesafa mengatakan program NUSAQU hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terdampak bencana maupun konflik kemanusiaan.

“Terkait program qurban, kita sama-sama tahu masih banyak masyarakat, terutama di daerah bencana dan konflik, yang membutuhkan perhatian. Karena itu, LAZISNU perlu hadir mendampingi agar mereka tetap bisa merayakan Idul Adha dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak konflik global yang berpengaruh pada stabilitas ekonomi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Pada sisi lain konflik global akan berdampak pada negara kita sampai tingkat paling bawah. Kita perlu membersamai masyarakat bawah ini agar bisa Hari Raya Idul Adha secara damai,” lanjutnya.

Moesafa mengatakan bahwa melalui program NUSAQU, NU-Care LAZISNU mengusung konsep Green Qurban atau qurban ramah lingkungan. Konsep ini mencakup penggunaan bahan ramah lingkungan seperti besek bambu dan daun sebagai pengganti plastik, serta pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk atau biogas.

Ia menjelaskan, program qurban telah rutin dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha dengan mengedepankan pendekatan ramah lingkungan.

“Penggunaan dan tata kelola yang kami lakukan lebih kepada instrumen yang ramah lingkungan. Misalnya, kotoran hewan tidak langsung dibuang ke saluran air, tetapi dikelola menjadi pupuk maupun biogas,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi pengemasan, daging kurban tidak lagi menggunakan plastik, melainkan besek dari bambu atau daun yang dapat terurai secara alami.

“Nah, ini yang kami katakan sebagai Green Qurban,” jelasnya

Kemenag sambut baik

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menyatakan dukungannya terhadap konsep Green Qurban yang diusung NU Care-LAZISNU dalam program Nusantara Berqurban (NUSAQU).

Menurutnya, pendekatan qurban ramah lingkungan tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam aspek ekoteologi.

“Iya, kebetulan kami punya Asta Protas, ada delapan program prioritas Menteri Agama, salah satunya ekoteologi. Jadi bagaimana program-program kita, tempat-tempat ibadah kita itu ramah dengan lingkungan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam ajaran fikih, aspek kebersihan menjadi hal yang sangat mendasar, terutama terkait air sebagai kebutuhan utama dalam ibadah dan kehidupan.

“Yang paling mendasar dalam kitab fikih itu selalu didahului dengan Kitabut Thaharah, kan? Nah, di antaranya kebersihan air. Air itu adalah asasul hayah, kebutuhan untuk ibadah itu yang pertama air, untuk hidup juga air,” ujar Waryono.

Menurutnya, pengelolaan limbah hewan qurban yang tidak baik dapat berdampak pada pencemaran air, sehingga mengganggu kebutuhan dasar tersebut.

“Kalau airnya kotor dengan kotoran hewan yang tidak di-manage, berarti tidak bisa untuk wudhu, tidak bisa untuk dikonsumsi. Jadi sangat terkait,” tambahnya.

Diketahui, program Nusantara Berqurban: Qurban Mendamaikan 1447 H hadir sebagai respons atas kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan menjelang Idul Adha.

Masih banyak masyarakat yang merayakan Idul Adha di tengah keterbatasan, khususnya mereka yang berada di wilayah terdampak bencana alam serta konflik kemanusiaan.

Di sisi lain, stabilitas ekonomi dunia yang belum membaik turut menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat akar rumput.

Karena itu, lembaga amil zakat dituntut untuk semakin hadir dan dekat dalam memberikan rasa damai. Hal tersebut juga menjadi fokus LAZISNU melalui program qurban.

Program ini tidak hanya menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarsesama Muslim, sekaligus menghadirkan ketenangan batin bagi mudhahi (pequrban) dan penerima manfaat di tengah situasi yang sulit.

Pelaksanaannya akan dilakukan secara serentak di 236 jaringan LAZISNU yang tersebar di 25 provinsi dan 14 negara dengan pendekatan Green Qurban. Pendekatan ini mencakup penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti besek dan daun, serta pengelolaan limbah hewan menjadi pupuk dan energi biogas.

Program ini ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah 3T, wilayah kantong kemiskinan, lingkungan masjid dan pesantren, wilayah terdampak bencana, serta wilayah terdampak konflik kemanusiaan dunia, termasuk Palestina.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, NU Care-LAZISNU menyediakan berbagai pilihan hewan qurban melalui program Nusantara Berqurban 1447 H. Tersedia kategori Domba/Kambing mulai dari Rp 3.000.000 hingga kategori Sapi yang mencapai Rp 70.000.000 untuk wilayah Palestina. Selain itu, tersedia opsi 1/7 Sapi dengan harga Rp 3.000.000.

Seluruh biaya sudah termasuk perawatan, pemotongan, dan distribusi ke 236 cabang di 25 provinsi Indonesia, serta wilayah luar negeri seperti Palestina dan negara dengan pengungsi konflik.

Penyaluran kurban diprioritaskan bagi fakir miskin, anak yatim, masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), serta wilayah terdampak bencana dan konflik kemanusiaan. Mari salurkan kurban Anda melalui NU Care-LAZISNU untuk menjamin kurban yang amanah, sehat, sesuai syariat, dan ramah lingkungan.

Pembayaran dapat dilakukan melalui rekening BCA 068 119 2688, BSI 7015 6545 83, atau BNI 010 857 5648. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran online, silakan kunjungi laman nucare.id/qurban atau hubungi nomor layanan di 0813 9800 9800.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.