Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nasib Kepiting Bakau Lombok di Tengah Himpitan Tambak

Nasib Kepiting Bakau Lombok di Tengah Himpitan Tambak

nasib-kepiting-bakau-lombok di-tengah-himpitan-tambak
Nasib Kepiting Bakau Lombok di Tengah Himpitan Tambak
service

Suara azan subuh sayup terdengar bercampur deburan ombak pesisir Kokoq Pedeq, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Rabu (15/4/26). Sofian dan Alihanafi bergegas memasang sepatu karet dengan senter di kepala. Segera setelah memanasi mesin motor pagi itu, mereka berangkat untuk mengangkat kodong, perangkap kepiting yang mereka pasang sore sebelumnya. Sesampainya di lokasi, bayangan ekosistem mangrove terlihat seperti tembok yang mengelilingi muara Pantai Keramat. Satu per satu tali nilon yang terikat di dahan pohon mereka tarik, diikuti kodong yang muncul ke permukaan. Beberapa  terisi kepiting bakau berbagai ukuran dan jenis. “Lumayan pagi ini, bisa dapat banyak,” kata Sofian sambil angkat  kepiting jantan berukuran besar. Capitnya bergerak liar, sesekali menjepit kawat perangkap. Pekerjaan itu mereka lakukan hampir setiap hari. Selepas subuh, ketika sebagian warga masih tertidur atau baru bersiap ke sawah, dua nelayan ini sudah menelusuri lumpur muara untuk menangkap komoditas bernama latin Scylla serrata itu. Sekali angkat, jika sedang beruntung, mereka bisa membawa pulang 4-6 kilogram. “Pernah sampai 18 kilogram dalam dua hari. Dulu kan sebelum sering ditangkap besar-besar ketenggenya,” cerita Alihanafi. Bagi masyarakat pesisir Sugian dan desa-desa sekitar, kepiting bakau bukan sekadar tangkapan sampingan tetapi jadi sumber penghasilan penting ketika kondisi laut buruk atau sulit dapat ikan. Harga jualnya lebih tinggi dibanding jenis ikan tangkapan harian. Untuk yang premium, harga di pengepul bisa mencapai Rp300.000 per kilogram. Permintaan datang dari restoran seafood di Lombok, hotel-hotel di kawasan wisata, hingga pasar luar daerah seperti Surabaya dan Batam. Kepiting berukuran besar paling dicari. Kawasan mangrove di P Sugian,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.