Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Solusi Hadapi Krisis Bumi Malah Berisiko

Ketika Solusi Hadapi Krisis Bumi Malah Berisiko

ketika-solusi-hadapi-krisis-bumi-malah-berisiko
Ketika Solusi Hadapi Krisis Bumi Malah Berisiko
service

Ayu sedang membuat adonan kue tradisional seperti biasa untuk dia jual, siang itu. Namun, panggilan dari grup pesan singkat bertajuk ‘Kartini Torobulu’ itu tak bisa menunggu. “Apapun pekerjaannya, sebisa mungkin kalau tidak bisa diselesaikan, ditahan dulu, ke lokasi lagi. Setiap ada pergerakan (aktivitas perusahaan). Itu kami diinfokan lewat grup itu,”  katanya ditemui Mongabay, akhir tahun lalu. Ayunia Muis, lahir dan tumbuh di Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sehari-harinya, perempuan 30 tahun ini berjualan kue tradisional seperti bolu, nona manis, gorengan dan lain sebagainya. Dia sekaligus mengurus tambak peninggalan ayahnya. Sejak tambang nikel masuk, Torobulu, kini berubah wajah. Tak seperti kenangan Ayu di masa lalu. Bahkan kejayaan Torobulu sebagai penghasil rumput laut dan perikanan berkualitas tinggi, sudah hilang karena ambisi korporasi membangun ekosistem industri yang dilabeli sebagai energi hijau. Dulu, Desa Torobulu, pernah dikenal dengan sebutan ‘Desa Dollar’. Dengan dominan masyarakat sebagai nelayan, hasil laut yang melimpah menjadi sumber penghidupan masyarakat di sana. “Tapi itu dulu, jauh sebelum tambang menggerogoti sebagian Torobulu,” kenang Ayu. Pesisir pantai yang dulu indah dengan hamparan pasir putih dan arena bermain anak-anak ketika air laut surut, berubah menjadi coklat dan cenderung kemerahan akibat sedimentasi. Serta mengandung senyawa beracun. Air laut yang mulanya tampak jernih dan bening, menjadi keruh. Air Dasar laut yang dulu bisa dilihat dari atas, kini tak lagi kelihatan. “Katanya, ketika ada perusahaan yang masuk ke suatu daerah itu mensejahterakan, tetapi kami yang terdampak, betul-betul hampir tidak bisa merasakan kesejahteraan itu.” Hasilin dan Andi Firmasyah, usai persidangan dengan vonis bebas untuk…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.