Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Proximal Development Jadi Dasar Pola Asuh Anak di Denmark

Proximal Development Jadi Dasar Pola Asuh Anak di Denmark

proximal-development-jadi-dasar-pola-asuh-anak-di-denmark
Proximal Development Jadi Dasar Pola Asuh Anak di Denmark
service

Mubadalah.id — Pola asuh di Denmark dikenal menekankan keseimbangan antara dukungan dan kemandirian anak. Salah satu konsep utama yang menjadi pijakan adalah proximal development (zona perkembangan optimal) yang diperkenalkan oleh Lev Vygotsky.

Konsep proximal development ini menekankan bahwa anak membutuhkan bantuan dalam kadar yang tepat agar dapat berkembang secara maksimal. Bantuan tersebut tidak orang tua berikan secara berlebihan, melainkan menyesuaikan dengan kemampuan anak pada setiap tahap perkembangan.

Pendekatan ini dapat kita analogikan seperti membantu anak memanjat batang kayu. Pada tahap awal, anak mungkin membutuhkan bantuan penuh dari orang tua. Namun, seiring meningkatnya kemampuan, bantuan tersebut bisa orang tua kurangi secara bertahap hingga anak mampu melakukannya sendiri.

Di Denmark, orang tua cenderung tidak terlalu mencampuri aktivitas anak kecuali benar-benar ia perlukan. Mereka percaya bahwa anak memiliki kemampuan alami untuk mencoba hal-hal baru dan belajar dari pengalaman mereka sendiri.

Peran orang tua lebih fokus pada menyediakan dukungan yang cukup, atau yang kita kenal dengan istilah scaffolding, untuk membantu anak berkembang secara bertahap.

Pendekatan ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri anak sejak dini. Dengan memberi ruang untuk mencoba dan gagal, anak dapat memahami batas kemampuannya sekaligus mengembangkan keberanian untuk menghadapi tantangan baru.

Selain itu, metode ini juga membantu anak merasa memiliki kendali atas proses belajar mereka. Bahkan, ketika anak, orang tua beri kesempatan untuk berkembang sesuai ritme masing-masing, mereka cenderung lebih menikmati proses belajar tersebut.

Oleh karena itu, pola asuh berbasis zona perkembangan optimal tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh. []

*)Sumber Tulisan: Buku The Danish Way Of Parenting Karya Jessica J X dan Iben D S, hlm 15-18

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.