Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Pola Asuh Terlalu Protektif Berisiko Menghambat Kemandirian Anak

Pola Asuh Terlalu Protektif Berisiko Menghambat Kemandirian Anak

pola-asuh-terlalu-protektif-berisiko-menghambat-kemandirian-anak
Pola Asuh Terlalu Protektif Berisiko Menghambat Kemandirian Anak
service

Mubadalah.id — Kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan dan masa depan anak mendorong munculnya pola asuh yang semakin protektif. Fenomena ini terlihat jelas dalam kehidupan keluarga.

Orang tua cenderung berusaha melindungi anak dari berbagai risiko, mulai dari memasang pengaman di rumah hingga mengawasi setiap aktivitas anak secara intens. Berbagai perlengkapan keselamatan pun semakin marak digunakan.

Selain itu, tekanan sosial juga turut memengaruhi pola pengasuhan. Orang tua kerap merasa harus melakukan berbagai upaya perlindungan agar tidak dianggap lalai. Bahkan, ada kecenderungan saling menghakimi antarorang tua terkait cara mereka menjaga anak.

Di sisi lain, keinginan untuk melindungi anak dari stres juga semakin meningkat. Banyak orang tua berusaha menghilangkan potensi tekanan dalam kehidupan anak dengan cara terus mengawasi dan terlibat dalam setiap aktivitas mereka.

Namun, pola asuh yang protektif ini memiliki dampak yang kurang menguntungkan. Anak yang terlalu orang tua lindungi berisiko kehilangan kesempatan untuk belajar dari pengalaman, termasuk menghadapi kegagalan atau risiko kecil.

Padahal, pengalaman tersebut penting untuk membangun kemandirian dan ketahanan mental anak. Tanpa ruang untuk mencoba dan menghadapi tantangan, anak dapat tumbuh dengan ketergantungan yang tinggi terhadap orang tua.

Selain itu, upaya membangun kepercayaan diri anak melalui kontrol yang berlebihan juga dapat menjadi kontra produktif. Anak justru tidak memiliki kesempatan untuk mengenali kemampuannya secara mandiri.

Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengasuhan. Orang tua tetap perlu memberikan perlindungan, namun juga harus memberi ruang bagi anak untuk belajar, mencoba, dan berkembang secara alami. []

*)Sumber Tulisan: Buku The Danish Way Of Parenting Karya Jessica J X dan Iben D S, hlm 15-18

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.