Hutan hujan tropis adalah ekosistem dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di bumi, namun juga yang paling rentan terhadap tekanan perubahan iklim. Di dalamnya hidup spesies-spesies yang adaptasinya begitu spesifik sehingga pergeseran kondisi lingkungan sekecil apapun dapat memiliki konsekuensi yang serius terhadap kelangsungan hidup mereka. Beberapa spesies di antara mereka sempat menjadi perhatian publik global bukan karena nilai ekologisnya, melainkan karena mitos yang melingkupinya. Ketika kini ilmu pengetahuan akhirnya meluruskan mitos tersebut, yang justru terungkap adalah ancaman nyata yang jauh lebih mendesak untuk ditangani. Akar stilt khas Iriartea deltoidea (kiri) dan Socratea exorrhiza (kanan), dua spesies palem yang sering disebut ‘walking palms’. Foto diambil di Omaere Park, Provinsi Pastaza, Ekuador. CC BY-SA 2.0, Dr. Alexey Yakovlev Di hutan hujan tropis Amerika Tengah dan Selatan, Socratea exorrhiza adalah salah satu spesies yang paling sering disalahpahami. Palem ini dikenal luas dengan julukan “Palem Berjalan” karena morfologi akar tunjangnya yang mencuat miring dari pangkal batang. Klaim bahwa pohon ini mampu berpindah lokasi hingga 20 meter per tahun untuk mencari cahaya matahari masih umum disampaikan oleh pemandu wisata di Kosta Rika hingga Peru kepada para wisatawan hingga kini. Namun penelitian ilmiah telah lama membantah klaim tersebut. Memasuki 2026, perhatian ilmiah kini beralih ke persoalan yang lebih mendasar: bagaimana spesies ini menghadapi tekanan ekologis yang semakin berat akibat perubahan iklim. Strategi Pertumbuhan Vertikal Kompetisi mendapatkan cahaya matahari adalah faktor penentu kelangsungan hidup di hutan hujan yang rapat. Spesies yang tidak mampu tumbuh cepat secara vertikal berisiko tertutup oleh tajuk pohon di sekitarnya dan kehilangan akses terhadap…This article was originally published on Mongabay
Akhirnya, Misteri Pohon Berjalan Terpecahkan, Namun Kini Pohon-pohonnya Bertumbangan
Akhirnya, Misteri Pohon Berjalan Terpecahkan, Namun Kini Pohon-pohonnya Bertumbangan





Comments are closed.