Mubadalah.id – Kebanyakan perempuan hamil akan memulai persalinan sekitar 24 jam (sehari-semalam) sesudah air ketuban keluar. Kalau sudah lewat sehari-semalam dan kelahiran bayi belum dimulai juga, ibu maupun bayi bisa terkena infeksi yang berbahaya.
Yang harus dilakukan:
Pertama, jangan memasukkan apa pun ke dalam vagina, termasuk berhubungan seks. Ini bisa menyebabkan infeksi.
Kedua, waspadai terjadinya demam atau bau busuk dari vagina. Ini menandakan mulai adanya infeksi. Pasien yang suhu tubuhnya meninggi atau vaginanya mengeluarkan cairan yang baunya tidak sedap perlu Anda infus antibiotika.
Ketiga, bila persalinan sudah mulai, kalau kedua gejala infeksi terjadi, nyawa ibu dan bayi terancam. CEPAT! Larikan pasien ke rumah sakit terdekat.
Keempat, cobalah memulai persalinan. Mintalah pasien menelan 2 sendok makan minyak jarak (kastroli), putar-putar puting payudaranya, atau mintalah seseorang mengisap puting itu beberapa saat tiap beberapa jam sekali sampai proses kelahiran mulai.
Kelima, barangkali ada ramuan jamu tradisional di tempat itu untuk “memancing” kelahiran. Asalkan Anda tahu betul bahwa ramuan itu tidak membahayakan, ramuan itu boleh Anda coba. Bila beberapa jam sesudahnya persalinan belum juga mulai, bawa pasien ke rumah sakit.
Posisi Bayi Melintang
Bila kelahiran sudah mulai dan yang keluar pertama kali adalah lengan bayi, hampir pasti posisinya salah, yakni melintang. Cara memeriksa posisi bayi bisa Anda baca di halaman 103.
Bayi melintang kemungkinan besar tidak bisa lahir tanpa operasi atau bedah caesar. Bila persalinan sudah mulai, jangan sekali-kali berusaha mengubah posisi bayi. Bila Anda melakukan itu, rahim pasien bisa sobek, atau plasenta bisa lepas sebelum waktunya dari dinding rahim. Ini bisa mengancam keselamatan ibu dan bayi.
Oleh karena itu, segera bawa pasien secepatnya ke rumah sakit terdekat. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 108.






Comments are closed.