Rembang, NU Online
Pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di Desa Karaskepoh, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, menunjukkan capaian yang cukup baik. Hal ini disampaikan Intan, bidan desa yang telah mengabdi selama tiga tahun sejak diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Intan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan terus meningkat. Hampir seluruh ibu hamil di desa tersebut rutin melakukan pemeriksaan, baik melalui layanan antenatal care (ANC) terpadu di puskesmas maupun pemeriksaan berkala di bidan desa, puskesmas, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG).
“Rata-rata jumlah ibu hamil yang ditangani setiap bulan berkisar antara dua hingga 13 orang. Desa Karaskepoh tergolong desa kecil dengan jumlah penduduk sekitar 841 jiwa, di mana sekitar 419 di antaranya perempuan,” jelasnya.
Dari sisi akses, Intan menegaskan tidak terdapat kendala berarti bagi ibu hamil untuk menjangkau fasilitas kesehatan. Lokasi layanan yang relatif dekat memungkinkan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, pemerintah desa juga menyediakan mobil siaga desa untuk keperluan rujukan.
Fasilitas pelayanan antenatal di desa dinilai memadai. Kehadiran Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), tempat Intan bertugas sekaligus tinggal, semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.
“Dukungan dari desa dan puskesmas sangat baik. Ada program kelas ibu hamil yang didanai bersama, fasilitas rujukan yang mudah diakses, serta kunjungan rumah bagi ibu hamil maupun ibu nifas. Semua pihak berkolaborasi memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Meski demikian, Intan mengakui masih terdapat tantangan dalam edukasi kesehatan. Sebagian warga dinilai belum sepenuhnya peduli dan sulit menerima informasi terkait penyebab, risiko, hingga penularan penyakit.
“Ada juga kelompok usia tertentu yang enggan memeriksakan diri karena takut mengetahui hasil pemeriksaan. Mereka lebih memilih tidak tahu kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Ke depan, Intan berharap adanya pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi kader kesehatan desa. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap insentif kader, mengingat peran mereka yang signifikan dalam mendukung layanan kesehatan.
“Selama ini kami sangat terbantu oleh kader kesehatan. Harapannya ada peningkatan kapasitas dan perhatian terhadap kesejahteraan mereka,” katanya.
Di Kabupaten Rembang, terdapat program inovatif bernama TELPONI (Temokno, Laporno, Openi) yang mendukung deteksi dan penanganan masalah kesehatan di masyarakat.
Sementara itu, Ana, salah satu ibu hamil di Desa Karaskepoh, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Sejak awal kehamilan, ia rutin memeriksakan diri di puskesmas dan praktik bidan desa.
“Bidan desa ramah dan mudah diajak konsultasi. Pelayanannya juga baik,” ungkap Ana.
Ia menambahkan bahwa bidan desa aktif memberikan edukasi terkait gizi, tanda bahaya kehamilan, hingga persiapan persalinan. Menurutnya, layanan yang diberikan terasa ramah, teliti, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.




Comments are closed.