Thu,7 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Pakis Ekor Monyet, Tumbuhan Unik di Gunung Muria

Pakis Ekor Monyet, Tumbuhan Unik di Gunung Muria

pakis-ekor-monyet,-tumbuhan-unik-di-gunung-muria
Pakis Ekor Monyet, Tumbuhan Unik di Gunung Muria
service

Di balik rimbunnya hutan Gunung Muria, tersimpan kisah tumbuhan unik yang mengalami perubahan nasib. Pakis ekor monyet, yang dulu tumbuh liar tanpa banyak perhatian, pernah jadi primadona saat tren tanaman hias dan kepercayaan akan ‘kayu tolak tikus’ merebak pada 1990-an. Kini, keberadaannya menyusut di habitatnya. Teguh Budi Wiyono (51), Ketua Yayasan Penggiat Konservasi Muria atau Peka Muria, menuturkan pemanfaatan pakis sejak awal, sebenarnya bukan sesuatu yang dianjurkan. Namun, gelombang tren yang datang dari luar, ditambah minimnya regulasi masa itu, membuat eksploitasi tak terhindarkan. “Seharusnya tidak dimanfaatkan, tapi karena saat itu fenomenanya besar dan tidak ada batasan, akhirnya diambil. Bahkan, sejak masih muda,” jelasnya, Minggu (26/4/2026). Saat itu, bagian dalam Cibotium barometz yang bermotif unik dipotong dan dijual sebagai ‘kayu tolak tikus’. Kulitnya, digunakan sebagai media tanam, terutama untuk anggrek. Aktivitas ini, seingat Teguh berjalan masif. Masyarakat masuk hutan, mengambil pakis, lalu menjualnya tanpa mempertimbangkan kelanjutan. Waktu berjalan, tren mereda. Namun, dampaknya tidak ikut hilang. Teguh menyebut, bila dibandingkan dengan kondisi masa lalu, populasi pakis di Muria kini diperkirakan menurun. “Dulu mudah ditemukan, sekarang jauh berkurang.” Pakis ekor monyet yang tumbuh di hutan Gunung Muria. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia Indikator sumber air Secara ekologis, pakis ekor monyet memiliki peran penting. Tak hanya tumbuh di sela pohon besar, tetapi juga sebagai indikator alami kesuburan tanah dan keberadaan sumber air. Pakis ini juga membantu kelembapan tanah dan berkontribusi pada kestabilan ekosistem hutan. “Kalau ada pakis, dekat mata air.” Meski tekanan pengambilan pakis di Muria mulai berkurang, menurut Teguh, ancaman tak sepenuhnya hilang. Praktik…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.