Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Studi Terbaru Temukan Obat Preeklamsia yang Aman, Dapat Memperpanjang Masa Kehamilan

Studi Terbaru Temukan Obat Preeklamsia yang Aman, Dapat Memperpanjang Masa Kehamilan

studi-terbaru-temukan-obat-preeklamsia-yang-aman,-dapat-memperpanjang-masa-kehamilan
Studi Terbaru Temukan Obat Preeklamsia yang Aman, Dapat Memperpanjang Masa Kehamilan
service

Jakarta

Preeklamsia masih menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang bisa membahayakan ibu dan janin. Preeklamsia dapat ditandai dengan peningkatan tekanan darah ibu hamil mencapai 140/90 mmHG.

Sejauh ini, pengobatan preeklamsia berfokus pada pencegahan komplikasi yang merugikan ibu dan bayi. Penatalaksanaan pengobatan juga menyesuaikan dengan gejala yang dialami ibu hamil.

Sudah banyak penelitian mencoba mencari pengobatan yang aman untuk preeklamsia, Bunda. Baru-baru ini, studi yang dilakukan para peneliti dari Cedars-Sinai Health Sciences University telah berhasil menguji pengobatan baru untuk ibu hamil dengan preeklamsia dini yang parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi internasional tahap awal ini diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine. Dilansir laman MedicalXpress, studi ini berfokus pada penghapusan protein berbahaya dari darah ibu. Metode yang diuji oleh para peneliti ini terbukti aman untuk memperpanjang kehamilan dan memberi bayi lebih banyak waktu untuk berkembang sebelum lahir.

“Bahkan beberapa hari tambahan di dalam rahim dapat membuat perbedaan yang berarti dalam hasil bagi bayi prematur,” kata profesor kedokteran dan direktur di Renovascular Research Center and the Medallion Chair di Vascular Biology, Cedars-Sinai, Ananth Karumanchi, MD.

“Kami menemukan cara yang berpotensi memberikan waktu tambahan itu dengan aman. Pendekatan kami dapat mengubah cara kita menangani preeklamsia dini,” sambungnya.

Pendekatan pada studi ini berfokus pada protein yang disebut sFlt-1, yang diproduksi oleh plasenta dan diketahui dapat merusak pembuluh darah serta memicu gejala preeklamsia. Para peneliti merekayasa protein imun khusus yang dapat mengikat sFlt-1 dan memasukkannya ke dalam alat penyaring darah.

Melalui proses yang disebut aferesis ekstrakorporeal (mirip dengan dialisis ginjal), peneliti mampu menyaring darah ibu dan menghilangkan kelebihan sFlt-1 tanpa memengaruhi komponen darah penting lainnya.

Pengobatan tersebut dievaluasi pada 16 ibu hamil. Hasilnya, tekanan darah mereka membaik, bayi di dalam kandungan terus tumbuh normal selama pengobatan, dan mereka bisa tetap hamil rata-rata selama 10 hari tambahan, atau lebih dari dua kali lipat waktu yang terlihat pada pasien tidak diobati.

“Saat ini, satu-satunya cara untuk menyembuhkan preeklamsia dan melindungi nyawa serta kesehatan ibu adalah dengan melahirkan bayi,” kata ahli dalam bidang kedokteran ibu dan janin serta ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Cedars-Sinai, Sarah Kilpatrick, MD, Ph.D.

“Hal itu menempatkan bayi prematur pada risiko tinggi. Pendekatan ini dapat memberikan fleksibilitas lebih kepada dokter dalam menangani kasus-kasus berisiko tinggi ini.”

Para peneliti mengatakan bahwa pengobatan ini juga patut diberikan perhatian karena dapat menghilangkan faktor berbahaya daripada memperkenalkan obat baru, yang berpotensi mengurangi risiko efek samping. Namun, peneliti mencatat bahwa meskipun studi kecil ini menunjukkan hasil positif, pengobatan masih bersifat eksperimental dan perlu diuji dalam uji klinis yang lebih besar.

“Tujuan kami adalah untuk secara langsung menargetkan salah satu akar penyebab preeklamsia,” kata salah satu penulis utama studi tersebut, Ravi Thadhani, MD, MPH.

“Dengan menurunkan sFLt-1, kami mampu menstabilkan pasien dan memperpanjang kehamilan, sebuah langkah maju yang bermakna dan menggembirakan,” lanjutnya.

Demikian hasil studi terbaru tentang temuan obat preeklamsia yang aman untuk ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.