Mon,11 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Film Pendek “VATERLAND or A Bule Named Yanto” Bawa Wajah Yogyakarta ke Cannes 2026

Film Pendek “VATERLAND or A Bule Named Yanto” Bawa Wajah Yogyakarta ke Cannes 2026

film-pendek-“vaterland-or-a-bule-named-yanto”-bawa-wajah-yogyakarta-ke-cannes-2026
Film Pendek “VATERLAND or A Bule Named Yanto” Bawa Wajah Yogyakarta ke Cannes 2026
service

Film Pendek “VATERLAND or A Bule Named Yanto” Bawa Wajah Yogyakarta ke Cannes 2026


Yogyakarta kembali membuktikan diri, tak hanya sebagai kota budaya dan kota belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk inkubator kreativitas yang mampu bicara di panggung global.

Film Pendek kolaborasi Indonesia-Jerman berjudul VATERLAND or A Bule Named Yanto resmi terpilih berkompetisi di La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026.

Program tersebut dikenal sebagai salah satu platform paling prestisius dalam perfilman dunia. Platform yang telah melahirkan banyak sineas penting internasional selama lebih dari enam dekade. Suara-suara baru perfilman dunia banyak lahir dari sini. 

Menjadi film yang terpilih dari 2400 karya yang masuk dari seluruh dunia, VATERLAND or A Bule Named Yanto karya sutradara Berthold Wahyudi itu berhasil menjadi 1 dari 10 film pendek internasional yang akan memperebutkan penghargaan di edisi ke-65 program tersebut.

Tayangan itu diproduseri oleh Jonas Egert, Sylvain Cruizat, dan Annisa Adjam dengan Bagus Suitrawan sebagai Line Produser Indonesia, beserta mayoritas kru Indonesia, khususnya Yogyakarta.

Proses Produksi Film dan Menelusuri Identitas di Sudut Yogyakarta

VATERLAND or A Bule Named Yanto

info gambar

VATERLAND or A Bule Named Yanto, bukan sekadar proyek sinematik biasa. Diketahui film ini direkam dengan format 16mm. Dalam ceritanya, film ini menyelami perjalanan emosional Yanto yang diperankan oleh Aggai Simon, seorang pemuda blasteran yang mencari arti “rumah” di tanah kelahiran adiknya.

Pertemuan tersebut perlahan berubah menjadi perjalanan emosional tentang identitas, rasa memiliki, dan keterasingan di antara dua budaya. Yanto menyadari sang adik dirasa jauh lebih “menyatu” dengan lingkungan Indonesia dibanding dirinya sendiri.

Melalui pendekatan coming of age dramedy yang intim dan personal, film ini mengeksplorasi pengalaman mixed race identity serta pertanyaan universal tentang tempat yang benar-benar bisa disebut sebagai “rumah”. 

Yang semakin membuat bangga dan hangat ialah bagaimana film ini menangkap Yogyakarta sebagai napas. Tim Berthold Wahyudi mengeksplorasi jalanan Yogyakarta, menangkap Lanskap Gunung Merapi, dan situasi perkampungan yang ikonik, hingga singgah ke ruang-ruang komunal seperti Bolo Space di kawasan Kotabaru. 

Kehadiran ruang alternatif seperti Bolo Space membuktikan bahwa tempat berkumpul, bercerita, dan bertukar ide berperan krusial dalam lahirnya karya-karya besar. Sinema ini juga menjadi bukti nyata bahwa cerita yang personal, akan menemukan jalannya ke panggung Internasional.

Kolaborasi Muda dan Emerging yang Menembus Pasar Internasional

VATERLAND or A Bule Named Yanto

info gambar

Dokumentasi istimewa

Kolaborasi yang solid ini adalah buah keberhasilan antara madfilms (Jerman) dan Aftersun Creative (Indonesia) dua production house yang berkolaborasi untuk memproduksi VATERLAND or A Bule A Named Yanto.

Aftersun Creative adalah creative studio yang berfokus pada creative research, co-production, dan distribusi film.

Aftersun Creative aktif mengembangkan kolaborasi lintas budaya serta mendukung proyek-proyek film independen dengan perspektif sosial dan identitas kontemporer Asia Tenggara.

Di balik layar, dedikasi kru lokal sangat terasa, dengan Bagus Suitrawan sebagai Line Producer dan Annisa Adjam sebagai produser dari Indonesia. 

Sebelum terpilih di Cannes, VATERLAND or A Bule Named Yanto telah lebih dahulu dikembangkan melalui Berlinale Short Form Station 2025 dan memenangkan European Short Pitch 2025. Sinema ini memperkuat perjalanan internasional proyek ini sebelum world premiere di Cannes. 

Bagi Annisa Adjam dari Aftersun Creative, keikutsertaan film ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas representasi cerita dari Asia Tenggara dan identitas diaspora melalui kolaborasi internasional yang setara dan personal. 

VATERLAND or A Bule Named Yanto

info gambar

Keikutsertaannya di Cannes bukan hanya capaian bagi para pembuat filmnya, tetapi juga penanda bahwa ekosistem kreatif yang tumbuh dari kolaborasi, ruang alternatif, dan komunitas juga memiliki daya hidup yang kuat.

Di tengah derasnya arus industri film global, hadirnya VATERLAND or A Blue Named Yanto menjadi pengingat bahwa cerita-cerita personal dari sudut kecil kota seperti Yogyakarta tetap punya ruang untuk didengar dunia. Dari jalanan kampung, ruang komunal seperti Bolo Space, hingga pengalaman identitas yang begitu intim.

Mari, kita beri apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh tim yang terlibat. Perjalanan VATERLAND or A Bule Named Yanto menuju karpet merah Cannes pada 13–21 Mei 2026 adalah kemenangan untuk membawa keberanian untuk memahami identitas diri dan melampaui batas geografis. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.