Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Menafsir Ulang Poligami dengan Perspektif Mubadalah

Menafsir Ulang Poligami dengan Perspektif Mubadalah

menafsir-ulang-poligami-dengan-perspektif-mubadalah
Menafsir Ulang Poligami dengan Perspektif Mubadalah
service

Mubadalah.id – Dalam wacana keislaman, ayat tentang poligami kerap menjadi perdebatan panjang. Sebagian orang menafsirkan QS. an-Nisaa (4): 3 sebagai legitimasi bagi laki-laki untuk menikahi lebih dari satu perempuan. Namun, pembacaan semacam ini sering berhenti pada teks literal dan mengabaikan konteks sosial, moral, dan etis yang lebih luas.

Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, dalam bukunya Qiraah Mubadalah, menawarkan cara pandang baru terhadap teks-teks semacam ini. Melalui pendekatan mubadalah, ia mengajak kita membaca ulang ayat-ayat agama dengan prinsip kesalingan dan keadilan antara laki-laki dan perempuan.

Prinsip ini didasarkan pada pandangan bahwa Islam hadir bukan untuk meneguhkan dominasi satu pihak atas pihak lain, tetapi untuk mewujudkan keseimbangan, kemitraan, dan perlindungan terhadap yang lemah.

Kehati-hatian dalam Memahami Teks Poligami

Namun, tidak semua teks agama dapat langsung diterapkan dengan pendekatan mubadalah. Sebagaimana dijelaskan Kiai Faqih, ada ayat-ayat yang memerlukan kehati-hatian agar tafsirnya tidak melenceng dari maksud utama. Salah satu contohnya adalah QS. an-Nisa (4): 3, yang berbunyi:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan-perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” (QS. an-Nisa (4): 3)

Ayat ini secara eksplisit soal laki-laki bisa menikahi lebih dari satu perempuan, dengan syarat mampu berlaku adil. Tetapi, menurut Kiai Faqih, makna kebolehan poligami bukanlah gagasan utama ayat tersebut. Sebab, pada langkah pertama metode mubadalah, prinsip dasar hubungan suami istri adalah kemitraan (syirkah), bukan hierarki.

Dalam konteks itu, poligami—baik poligini (laki-laki menikahi lebih dari satu perempuan) maupun poliandri (perempuan menikahi lebih dari satu laki-laki)—bertentangan dengan semangat kesalingan yang menjadi pondasi utama pernikahan.

Karena itu, isu poligami tidak bisa serta-merta menjadi bahan mubadalah. Kiai Faqih menegaskan, yang bisa di- mubadalahkan dari ayat tersebut bukanlah “izin poligami”. Melainkan peringatan akan risiko ketidakadilan dalam relasi pernikahan.

Hal ini sejalan dengan QS. an-Nisaa (4): 129 yang menegaskan, “Kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.”

Ayat ini mengandung peringatan etis yang kuat bahwa poligami sangat berisiko menimbulkan ketidakadilan dan kezaliman. Maka, pesan yang seharusnya kita ambil dari ayat tersebut adalah kewaspadaan.

Laki-laki dan perempuan sama-sama mubadalah ingatkan untuk berhati-hati terhadap segala bentuk pernikahan yang berpotensi melahirkan luka, ketimpangan, atau penderitaan bagi pihak lain. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.