Mon,11 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Satgas Perlindungan Santri Jadi Rekomendasi Utama Halaqah Pesantren Putri Se-Jawa Tengah

Satgas Perlindungan Santri Jadi Rekomendasi Utama Halaqah Pesantren Putri Se-Jawa Tengah

satgas-perlindungan-santri-jadi-rekomendasi-utama-halaqah-pesantren-putri-se-jawa-tengah
Satgas Perlindungan Santri Jadi Rekomendasi Utama Halaqah Pesantren Putri Se-Jawa Tengah
service

Banjarnegara, NU Online

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen perlindungan santri melalui pembentukan sistem pencegahan kekerasan berbasis nilai-nilai pesantren.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) anti-bullying dan anti-kekerasan terhadap perempuan serta anak di seluruh pondok pesantren.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri Jawa Tengah bertema Dari Pesantren untuk Pesantren: Membangun Sistem Perlindungan Santri Berbasis Nilai Pesantren di Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad.

Menurut Gus Yasin, penguatan perlindungan santri dilakukan melalui sinergi antara Pemprov Jawa Tengah dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU). Upaya itu difokuskan pada edukasi kepada pesantren terkait pentingnya perlindungan santri serta pembentukan satgas anti-kekerasan di lingkungan pondok pesantren.

“Intinya adalah edukasi ke pesantren-pesantren tentang pentingnya perlindungan santri, kemudian pembentukan satgas anti-bullying dan anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya diberitakan NU Online Jateng.

Ia menegaskan, perlindungan santri tidak cukup hanya dengan penanganan kasus, melainkan harus dibangun melalui sistem terintegrasi yang mencakup penguatan kesehatan, pendidikan, hingga pendampingan psikologis.

Pemprov Jateng, lanjutnya, juga akan mengintegrasikan program Dokter Spesialis Keliling (Spelling) dengan program anjangsana pesantren yang dijalankan RMI NU Jateng. Melalui skema tersebut, layanan kesehatan akan masuk langsung ke lingkungan pesantren, termasuk pendampingan psikolog dan psikiater.

“Kasus kekerasan sering kali tidak terungkap karena korban takut bicara. Karena itu kami sedang merumuskan kanal aduan khusus yang bisa diakses secara profesional, termasuk lewat layanan telemedis,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, langkah tersebut menjadi respons atas meningkatnya perhatian terhadap persoalan kesehatan mental dan kekerasan di kalangan anak dan remaja. Ia mengakui, beberapa bulan terakhir Jawa Tengah dihadapkan pada sejumlah kasus tragis yang diduga dipicu persoalan psikososial.

Karena itu, pesantren dinilai perlu menjadi ruang aman yang tidak hanya mendidik secara keilmuan, tetapi juga memberi perlindungan emosional dan psikologis bagi santri.

Selain aspek perlindungan, Pemprov Jateng juga memperkuat pemberdayaan pesantren melalui program beasiswa pendidikan. Saat ini tercatat lebih dari 600 pendaftar dari kalangan kiai, ustaz, ustazah, hingga santri untuk program beasiswa dalam dan luar negeri.

Program tersebut difasilitasi melalui kerja sama dengan 41 perguruan tinggi di Indonesia serta akses studi ke sejumlah negara seperti Mesir dan Yaman.

“Harapannya setelah selesai studi, mereka kembali khidmah ke pesantren. Ini investasi sumber daya manusia untuk masa depan pesantren Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menegaskan pentingnya perlindungan anak sebagai agenda strategis nasional.

Ia memaparkan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Perempuan 2024 yang menunjukkan satu dari empat perempuan pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Sementara survei terhadap anak dan remaja menunjukkan satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan.

“Ini alarm serius bagi kita semua. Regulasi sudah ada, tetapi tidak akan bermakna tanpa implementasi nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurut Arifatul, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman karena menjadi ruang pengasuhan anak selama 24 jam. Karena itu, Kementerian PPPA siap berkolaborasi dengan Pemprov Jateng dan pesantren untuk mewujudkan pesantren ramah anak dan ramah perempuan.

Sementara itu, Ketua RMI PWNU Jateng, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, mengatakan pihaknya selama dua tahun terakhir aktif melakukan konsolidasi dan pendampingan ke pesantren-pesantren di seluruh Jawa Tengah.

Dari proses tersebut, RMI menangkap kebutuhan mendesak akan penguatan pola pengasuhan, peningkatan kapasitas musyrif-musyrifah, serta sistem perlindungan santri yang lebih terstruktur.

“Pesantren membutuhkan penguatan sumber daya manusia, terutama para pendamping santri. Karena itu tahun ini kami fokus pada pelatihan musyrif-musyrifah di seluruh kabupaten/kota,” katanya.

Ia menyebut Jawa Tengah memiliki 5.451 pondok pesantren dengan jumlah sekitar 555 ribu santri. Besarnya ekosistem pesantren itu dinilai membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Pada akhir halaqah, para pengasuh pesantren se-Jawa Tengah menyampaikan sejumlah rekomendasi. Salah satu poin utama adalah pembentukan Satgas Perlindungan Santri (SPS) di seluruh pesantren yang bekerja secara teknis dengan pendekatan persuasif dan spiritual.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan sistem perlindungan santri di Jawa Tengah sekaligus memastikan pesantren tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.