Mon,11 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Prioritaskan Keselamatan Jemaah, PPIH Arab Saudi Terapkan Sistem Satu Pintu di Terminal Ajyad

Prioritaskan Keselamatan Jemaah, PPIH Arab Saudi Terapkan Sistem Satu Pintu di Terminal Ajyad

prioritaskan-keselamatan-jemaah,-ppih-arab-saudi-terapkan-sistem-satu-pintu-di-terminal-ajyad
Prioritaskan Keselamatan Jemaah, PPIH Arab Saudi Terapkan Sistem Satu Pintu di Terminal Ajyad
service

Jakarta, Arina.id—Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberlakukan sistem satu pintu dengan pola buka-tutup di Terminal Ajyad, Mekkah, bagi jemaah haji Indonesia yang kembali dari Masjidil Haram menuju hotel.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan dan menghindari kepadatan saat jemaah akan menaiki bus Shalawat, terutama selepas salat fardhu seperti Isya, Subuh, dan Jumat.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan sistem tersebut diterapkan berdasarkan pengalaman dari pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kenapa itu diberlakukan, jadi tahun-tahun sebelumnya memang belum ada pagarnya yang membatasi antara koridor jemaah dengan bus sehingga jemaah itu bisa langsung naik bus, tetapi kemudian tidak beraturan dan itu membahayakan jemaah,” ujar Syarif dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Syarif menjelaskan, pada musim haji sebelumnya sempat terjadi insiden jemaah terjatuh hingga tertabrak bus akibat kondisi antrean yang tidak tertib.

“Ada jemaah yang jatuh tersungkur, tertabrak bus, dan sulit ditertibkan,” katanya.

Menurut Syarif, tahun ini Terminal Ajyad telah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki untuk jemaah. Selain itu, tersedia pintu masuk khusus menuju area terminal bus selawat guna mengatur arus jemaah secara lebih aman.

Lebih lanjut, Syarif menyebut bahwa bus selawat juga diatur berdasarkan nomor rute masing-masing. Setelah seluruh kursi bus terisi, kendaraan langsung diberangkatkan dan pintu terminal sementara ditutup hingga bus berikutnya datang.

“Jadi bus itu kita tata sedemikian rupa sesuai urutan nomor rute. Baru jemaah disuruh naik. Ketika bus sudah penuh dan diberangkatkan, pintu ditutup supaya jemaah menunggu sebentar sampai bus kosong datang dan ditata lagi,” ujarnya.

Namun, ia mengakui masih ada sebagian jemaah yang belum memahami mekanisme tersebut sehingga menganggap seolah pintu terminal sengaja ditutup untuk menahan jemaah.

“Padahal sistem buka tutup itu sebenarnya untuk kepentingan keselamatan jemaah,” kata Syarif.

PPIH pun meminta ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter ikut memberikan pemahaman kepada jemaah agar tetap tertib dan sabar saat antre menuju bus Shalawat.

“Keluarga jemaah juga diharapkan memberikan pengertian supaya jemaah tidak berbondong-bondong dan tetap sabar. Kalau bisa santai sebentar,” ujarnya.

Syarif menilai penerapan sistem tersebut cukup efektif. Berdasarkan pengamatannya, proses pengangkutan jemaah seusai salat Isya menuju kawasan Misfalah dapat selesai dalam waktu sekitar 58 menit.

“Menurut kami ini hal baik demi keselamatan jemaah,” katanya.

Ke depan, saat seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Makkah, PPIH akan berkoordinasi dengan petugas bimbingan ibadah, sektor, dan petugas haji lainnya untuk mengatur waktu kepulangan jemaah dari Masjidil Haram secara bertahap.

“Mereka boleh ke Masjidil Haram, tapi keluarnya diatur ada yang satu setengah jam, satu jam, atau dua jam setelah salat. Itu untuk meminimalisir crowded, jemaah tidak dehidrasi, dan semuanya bisa lancar,” ujarnya.

Selain itu, PPIH juga sedang mengupayakan agar nantinya dua pintu di Terminal Ajyad dapat difungsikan guna memperlancar arus jemaah.

“Kita akan usahakan dua pintu mudah-mudahan bisa terbuka sehingga bisa lebih tertib,” pungkas Syarif.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.