Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Jaringan GUSDURian dan UIN Riau Dorong Ekoteologi untuk Lawan Eksploitasi Alam

Jaringan GUSDURian dan UIN Riau Dorong Ekoteologi untuk Lawan Eksploitasi Alam

jaringan-gusdurian-dan-uin-riau-dorong-ekoteologi-untuk-lawan-eksploitasi-alam
Jaringan GUSDURian dan UIN Riau Dorong Ekoteologi untuk Lawan Eksploitasi Alam
service

Jaringan GUSDURian bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan seminar nasional ekoteologi bertajuk “Agama untuk Perdamaian dan Pelestarian Alam”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Rektorat UIN Suska di Pekanbaru, Riau pada Rabu, 13 Mei 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan. Seminar nasional ini dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Raihani. 

Acara ini menghadirkan akademisi UIN Riau Aminuddin Palawa, aktivis lingkungan sekaligus Pokja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Riau Johny S. Mundung, dan Kepolisian Daerah Riau yang diwakili oleh Wakil Direktur Binmas Dermawan Marpaung. Ketiganya menyampaikan berbagai tantangan pelestarian alam yang sangat dipengaruhi oleh banyak kepentingan.

Dermawan Marpaung menyebut saat ini Kepolisian Daerah Riau memiliki program Green Policing sebagai upaya menempatkan polisi bukan sekadar penegak hukum, namun juga agen pelestarian alam. Melalui green policing, Polda Riau berkomitmen menjadikan polisi lebih inklusif, humanis, dan berpijak pada nilai-nilai keberlanjutan.

Aminuddin Palawa yang merupakan peneliti di Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) UIN Suska Riau menegaskan bahwa agama seringkali digunakan sebagai stempel untuk memuluskan berbagai kepentingan, termasuk eksploitasi alam. Ekoteologi berupaya untuk melawan tafsir agama yang antroposentris dan menegaskan bahwa agama pada dasarnya memiliki ajaran untuk pelestarian alam.

Sementara Johny menyebut bahwa akar utama perusakan alam di Riau dan berbagai wilayah lain di Indonesia adalah korupsi yang seperti dibiarkan. Ia mencontohkan bagaimana hutan di Riau dari tahun ke tahun mengalami penyusutan ekstrem. “Dari semua pelaku perusakan, perusahaan besar adalah aktor utamanya,” tegas Johny. Ia menuntut langkah berani aparat penegak hukum dan pemimpin daerah untuk menindak perusahaan-perusahaan yang menjadi biang kerok perusakan lingkungan di Riau.

Ekoteologi

Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Jay Akhmad menyebut bahwa seminar ini merupakan bagian dari Gerakan JAGAT atau Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi yang diinisiasi oleh Jaringan GUSDURian sejak dua tahun terakhir. Melalui agenda ini, GUSDURian berupaya mendengar suara-suara dari berbagai pihak untuk mengarusutamakan wacana pelestarian alam.

“Kami berupaya melanjutkan semangat Deklarasi Istiqlal dan Bali Interfaith Movement yang diadakan pada 2024 lalu untuk mengajak semua kalangan dari berbagai agama bergerak bersama dalam melestarikan alam,” ujar Jay Akhmad. Ia menceritakan bagaimana Jaringan GUSDURian bersama Kementerian Agama, kampus keagamaan, dan para pemuka agama berupaya merumuskan narasi-narasi agama tentang ekologi yang selama ini jarang muncul ke permukaan.

Selain itu, agenda ini menjadi bagian dari mendiseminasikan gagasan Gus Dur tentang ekologi. Baginya, gagasan Gus Dur tidak lepas dari agama, budaya, dan demokrasi sehingga memunculkan ekoteologi, humanisme ekologis, dan keadilan ekologis. Ketiganya tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Tags:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.