Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna •
KABARBURSA.COM – BYD mulai menghadapi tekanan pasokan baterai di tengah lonjakan permintaan kendaraan listrik dengan teknologi pengisian cepat atau flash charging di pasar China.
Produsen kendaraan listrik tersebut mengakui kapasitas produksi baterainya masih terbatas seiring meningkatnya produksi massal sejumlah model baru.
Mengutip CarNewsChina, Ketua dan Presiden BYD Wang Chuanfu mengatakan permintaan kendaraan listrik berbasis fast charging tumbuh cepat di berbagai lini produk perusahaan, termasuk merek Dynasty, Ocean, Denza, dan Yangwang.
Berbicara dalam konferensi Yangwang Business Research Institute 2026 pada 15 Mei, Wang menyebut kapasitas produksi baterai BYD belum mampu sepenuhnya mengimbangi pertumbuhan permintaan pasar.
“Kapastias produksi baterai BYD masih terbatas, meskipun penjualan bulanan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya produksi baterai,” ujar Wang, mengutip CarNewsChina, dikutip, Minggu 17 Mei 2026.
Tekanan suplai tersebut muncul di tengah agresifnya peluncuran kendaraan listrik baru BYD yang menggunakan Blade Battery generasi kedua dan teknologi ultra-fast charging.
Dalam beberapa bulan terakhir, BYD meluncurkan sejumlah model baru seperti Denza B5 dan B8 flash-charge dengan teknologi suspensi DiSus-P, serta crossover Atto 3 (Yuan Plus) yang menggunakan teknologi flash charging dan motor belakang 240 kW.
Sumber industri di China menyebut tingginya permintaan terhadap model-model terbaru BYD membuat pasokan baterai Blade generasi kedua mulai mengalami tekanan.
Perkiraan pasar yang beredar di China menunjukkan pesanan yang belum terpenuhi untuk model fast charging BYD kemungkinan telah melampaui 140 ribu unit. Model tersebut antara lain Feng Cheng Bao Ti 7 EV dan Denza Z9 GT. Namun, BYD belum memberikan konfirmasi resmi terkait angka tersebut.
Lonjakan permintaan kendaraan listrik fast charging itu juga tercermin dari pengiriman baterai BYD sepanjang tahun ini. Pada April 2026, BYD mengirimkan baterai sebesar 20,98 GWh, sehingga total pengiriman kumulatif sejak awal tahun mencapai 81,2 GWh.
Data China EV DataTracker menunjukkan BYD memasang baterai kendaraan listrik sebesar 10,49 GWh di pasar China selama April 2026 dengan pangsa pasar domestik mencapai 16,83 persen.
Secara keseluruhan, total instalasi baterai kendaraan listrik di China mencapai 62,4 GWh pada April 2026 atau meningkat 15,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik pengisian cepat, BYD juga terus memperluas jaringan infrastruktur charging di China.
Perusahaan menyebut telah menambah 55 stasiun fast charging baru sepanjang 7 hingga 14 Mei 2026, sehingga total stasiun pengisian cepat BYD mencapai 5.979 unit yang tersebar di 312 kota di China. Aplikasi pengisian cepat BYD juga telah digunakan lebih dari 1 juta pengguna.
BYD sebelumnya meluncurkan Blade Battery generasi kedua dan teknologi ultra-fast charging pada 5 Maret 2026. Perusahaan mengklaim sistem tersebut mampu mengisi daya baterai dari 10 persen menjadi 70 persen dalam lima menit dan dari 10 persen menjadi 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi tertentu.(*)





Comments are closed.