Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bukan Cuma Menabung, Psikolog Ungkap Cara Membentuk Anak Bijak soal Uang Sejak Kecil

Bukan Cuma Menabung, Psikolog Ungkap Cara Membentuk Anak Bijak soal Uang Sejak Kecil

bukan-cuma-menabung,-psikolog-ungkap-cara-membentuk-anak-bijak-soal-uang-sejak-kecil
Bukan Cuma Menabung, Psikolog Ungkap Cara Membentuk Anak Bijak soal Uang Sejak Kecil
service

Jakarta

Biaya hidup yang makin meningkat membuat banyak orang tua lebih hati-hati dalam mengatur keuangan. Di sisi lain, kondisi ini juga bikin banyak keluarga mulai mengajak anak mengenal soal uang sejak kecil.

Tak sedikit pula orang tua yang kini mencoba lebih terbuka saat berbicara tentang pengeluaran di rumah. Obrolan soal uang rupanya bisa membantu anak mengerti banyak hal sejak dini, Bunda.

Seorang psikolog keuangan sekaligus profesor ekonomi di Universitas Creighton di Amerika Serikat, Brad Klontz, menyampaikan percakapan jujur dengan anak dapat memberi dampak baik untuk masa depan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Termasuk juga saat orang tua perlu mengatakan “tidak” ketika anak meminta sesuatu dan menjelaskan alasannya dengan baik. Menurutnya, anak yang mulai dikenalkan tentang uang lebih mudah belajar menghargai kebutuhan dan keinginannya.

Bicara soal ini, Klontz membagikan cara yang dapat membantu membentuk anak agar lebih bijak dalam memahami uang sejak kecil.

Anak bisa belajar soal uang sejak usia dini

Tantangan ekonomi yang dirasakan banyak keluarga ternyata ikut mengubah cara orang tua berbicara dengan anak tentang uang, Bunda. Hal ini terlihat dari survei terhadap 2.000 orang tua di Amerika Serikat.

Menilik dari laman CNBC Make It, sebanyak 64 persen orang tua mengaku kondisi keuangan belakangan ini bikin mereka lebih terbuka kepada anak soal cara mengatur uang di rumah.

Enggak cuma itu, sekitar 66 persen lainnya juga mengatakan mereka kini lebih sering menolak permintaan belanja anak sambil menjelaskan alasannya dengan cara yang pelan-pelan. Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa anak sudah bisa mulai mempelajari soal keuangan sejak usia 5 tahun.

Penelitian di Brigham Young University juga menemukan, anak yang belajar keuangan sejak kecil memiliki hubungan yang lebih sehat dengan uang saat dewasa nanti. Hal tersebut yang juga dijelaskan oleh psikolog keuangan Klontz.

“Anak-anak tersebut pada akhirnya memiliki kondisi keuangan yang jauh lebih baik di kemudian hari, dibandingkan harus mempelajarinya dengan cara yang sulit,” ujarnya.

Psikolog ungkap pentingnya membiasakan bicara soal uang kepada anak

Masih banyak orang tua yang merasa pembicaraan soal uang dengan anak adalah hal yang sensitif. Bahkan, tak sedikit pula yang memilih menghindari topik ini di rumah.

Menurut Klontz, sebagian orang tua merasa kurang percaya diri dengan pemahaman finansial mereka sendiri. Padahal, menghindari obrolan tentang uang justru bisa menjadi kesalahan yang besar.

“Menghindari pembicaraan tentang uang dengan anak-anak adalah kesalahan besar,” kata Klontz.

Menurutnya, saat anak meminta sesuatu yang belum bisa dibeli, orang tua sebenarnya punya kesempatan untuk memberikan penjelasan kepada mereka dengan cara yang baik.

“Jangan pernah menolak pertanyaan anak tentang topik tersebut, bahkan jika mereka meminta pembelian yang di luar kemampuan keuangan keluarga saat ini. Mengatakan “tidak” pada permintaan anak adalah kesempatan baik untuk memberikan penjelasan yang bijaksana dan informatif atas keputusan tersebut,” tuturnya.

Mengajarkan anak soal uang ternyata bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Perlu diketahui, anak tidak selalu harus diberi penjelasan yang rumit untuk mulai mengenal cara mengatur uang.

Mengutip dari CNBC Make It, dalam sebuah survei perusahaan keuangan, lebih dari separuh orang tua mengaku sering mengajak anak berbelanja kebutuhan rumah tangga. Dari kegiatan itu, anak bisa melihat bagaimana keluarga memilih barang dan mengatur pengeluarannya secara rutin.

Selain itu, sekitar 38 persen orang tua juga mulai membahas pengeluaran rumah tangga seperti sewa rumah, cicilan, atau tagihan listrik dengan anak-anak mereka. Menurut para ahli keuangan pribadi, hal ini dapat membantu anak lebih bijak saat memilih barang dan belajar menabung.

Psikolog Klontz mengingatkan agar obrolan soal uang tetap disesuaikan dengan usia anak. Anak usia Sekolah Dasar (SD) biasanya cukup mengenal konsep seperti nilai uang dan alasan memilih suatu barang.

Sementara itu, untuk anak remaja bisa mulai diajak membahas tabungan atau anggaran dalam jangka panjang, Bunda.

Lebih lanjut, Klontz mengingatkan supaya orang tua tidak membuat anak takut atau stres saat membicarakan kondisi keuangan keluarga. Menurutnya, anak bisa merasakan ketika orang tua tidak jujur tentang situasi yang sedang terjadi.

Karena itulah, orang tua disarankan tetap terbuka kepada anak cara yang tenang dan sesuai dengan usia mereka.

“Orang tua mungkin menularkan sebagian dari rasa takut dan kecemasan ini, dan itu akan berdampak buruk di kemudian hari,” jelas Klontz.

“Jika orang tua berbohong kepada anak, hal itu justru bisa menimbulkan masalah lain. Anak-anak memiliki kemampuan mendeteksi kebohongan yang sangat baik. Saya rasa tidak apa-apa untuk mengatakan, ‘Lihat, ini menegangkan, dan kami tidak yakin apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, percayalah, kami bisa mengatasinya,'” lanjutnya.

Psikolog Klontz menyarankan agar anak mulai dibiasakan melihat bagaimana keluarga mengatur uang setiap harinya. Misalnya, dengan menjelaskan tujuan menabung atau rencana membeli sesuatu yang penting di masa depan.

“Duduklah bersama dan katakan, ‘Hei, kita ingin TV baru atau kita punya tujuan keuangan lain, jadi…kita akan menyisihkan sejumlah uang setiap kali menerima gaji,'” ungkapnya.

Itulah penjelasan tentang psikolog mengungkap cara membentuk anak bijak soal uang sejak kecil dalam keseharian. Sudahkah Bunda terapkan cara ini di rumah?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.