KABARBURSA.COM – Forum bisnis B57+ yang berisi 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan besarnya potensi ekonomi halal global.
Potensi ekonomi halal di pasar internasional perlu dimanfaatkan Indonesia. Sebab Indonesia merupakan negara yang memiliki umat Islam terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 242 juta orang.
Menurut Eka Sastra, Sekretaris Jenderal B57+ Indonesia, potensi ekonomi halal global diproyeksikan mencapai sekitar USD9,5 hingga 10,5 triliun pada 2030.
“Ini menunjukkan bahwa halal economy bukan lagi isu niche, tetapi sudah menjadi agenda ekonomi global lintas sektor, mulai dari makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata, keuangan, logistik, hingga digital economy,” ujarnya saat dihubungi KabarBursa.com, Rabu 20 Mei 2026.
B57+ mengarahkan lima aspek dalam memaksimalkan potensi ekonomi halal tersebut. Upayanya mencakup:
1. Halal trade facilitation — mempertemukan produsen, eksportir, importir, dan distributor.
2. Investment matchmaking — membuka pipeline investasi di industri halal.
3. Standard and certification support — membantu pelaku usaha masuk ke standar halal global.
4. SME (Small-Medium Enterprise) and pesantren economic empowerment — memperkuat basis produksi umat.
5. Youth and digital halal economy — mendorong startup, teknologi, dan generasi muda.
Eka menyebut, B57+ hadir untuk memfasilitasi berbagai kerja sama ekonomi yang memiliki dampak ekonomi.
“Targetnya bukan hanya membuat forum, tetapi membangun ekosistem kerja sama yang menghasilkan transaksi, investasi, dan proyek konkret,” katanya.
Lebih lanjut ia menyatakan, Indonesia
memiliki potensi besar dalam industri halal. Selain populasi muslimnya, Eka menyebutkan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik halal yang mendukung.
“Dalam SGIE (State of Global Islamic Economy) Report 2024/2025, Indonesia mempertahankan posisi peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator, yang menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi syariah Indonesia semakin diakui secara global,” ungkapnya.
Sementara dari sisi ekspor, nilai ekspor produk halal Indonesia tahun 2024 dilaporkan mencapai sekitar USD51,4 miliar, tumbuh 1,70 persen secara tahunan (YoY).
Dalam ekspor produk halal Indonesia, sektor makanan dan minuman menjadi kontributor terbesar sekitar 81,16 persen.
Sementara menurut data yang dihimpun Kementerian Koperasi, industri halal Indonesia mampu tumbuh sebesar 6,2 persen pada 2025.
Dengan faktor tersebut, Indonesia diharapkan dapat berkembang menjadi produsen produk halal yang besar di pasar internasional.
“Indonesia sudah punya basis kuat. Tantangannya sekarang adalah naik kelas, dari pasar halal besar menjadi produsen halal global,” pungkas Eka.(*)





Comments are closed.