Thu,21 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Satu Emiten HSC Temui BEI Hari ini, Bahas Kepemilikan Saham

Satu Emiten HSC Temui BEI Hari ini, Bahas Kepemilikan Saham

satu-emiten-hsc-temui-bei-hari-ini,-bahas-kepemilikan-saham
Satu Emiten HSC Temui BEI Hari ini, Bahas Kepemilikan Saham
service

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat satu emiten yang masuk kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau highly concentrated stock (HSC) yang dijadwalkan menemui pihak bursa pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan agenda pertemuan tersebut merupakan bagian dari komunikasi antara bursa dan emiten terkait status saham HSC. “Oh, ada hari ini ya,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Kamis, 21 Mei 2026.

Meski tidak mengungkap identitas perusahaan yang hadir, Jeffrey menyebut dalam satu pekan terakhir memang terdapat emiten HSC yang melakukan komunikasi dengan pihak bursa. 

“Setahu saya, satu (emiten) minggu ini,” katanya.

Menurut Jeffrey, pembahasan dalam pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan pembukaan metodologi penetapan saham HSC, melainkan lebih kepada upaya emiten meningkatkan distribusi kepemilikan saham kepada investor publik.

“Ya, mengenai metodologi kan tertutup. Makanya mungkin mau berdiskusi bagaimana supaya ada upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mendistribusikan lebih banyak kepemilikannya kepada publik lebih luas,” ujarnya.

Ia menegaskan, BEI tidak akan membuka metodologi penetapan kategori HSC kepada publik karena mekanisme tersebut merupakan kebijakan internal bursa.

“Yang ditekankan bursa adalah bagaimana mereka mendistribusikan lebih banyak,” kata Jeffrey.

Saham HSC merupakan kategori yang diberikan kepada emiten dengan tingkat kepemilikan saham publik yang dinilai terlalu terkonsentrasi pada kelompok tertentu atau hanya dimiliki segelintir orang. HSC berpotensi memengaruhi likuiditas dan volatilitas perdagangan saham di pasar reguler.

Berdasarkan pengumuman BEI, sejumlah emiten yang masuk daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi antara lain PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT M Cash Integrasi Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.