Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Perempuan Penjaga Satwa Liar di Jantung Hutan Kalimantan

Perempuan Penjaga Satwa Liar di Jantung Hutan Kalimantan

perempuan-penjaga-satwa-liar-di-jantung-hutan-kalimantan
Perempuan Penjaga Satwa Liar di Jantung Hutan Kalimantan
service

Bagi Dela Mawar, hutan bukan cuma tempat tinggal satwa liar, tapi juga bagian dari hidupnya sejak kecil. Perempuan asal Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ini memilih jalan yang jarang dilirik banyak anak muda: menjadi animal keeper di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam.

Setiap pagi, Mawar memulai hari dengan rutinitas yang padat. Menyiapkan pakan, membersihkan kandang, hingga merawat sejumlah bayi orangutan yang membutuhkan perhatian intensif. Di tangannya, botol susu bukan sekadar alat makan, tapi bentuk kasih sayang untuk bayi-bayi mungil yang kehilangan induknya akibat kerusakan hutan.

Menurut Mawar, tantangan terbesar bukan hanya soal tenaga merawat, tetapi menghadapi trauma para bayi orangutan. Banyak dari mereka datang dalam kondisi stres setelah terpisah dari induknya. Karena itu, para keeper harus siap mendampingi hampir 24 jam, terutama saat mereka sakit atau mengalami gangguan kesehatan seperti diare.

Kedekatan Mawar dengan satwa liar, tumbuh dari keluarganya yang memang mencintai hidupan liar. Dia juga terinspirasi dari dua pamannya yang bekerja di dunia konservasi. Namun, ada alasan lain yang membuatnya bertahan: ingin melihat sendiri bagaimana hutan di kampungnya kembali hijau. Dulu satwa liar mudah ditemukan, sekarang semakin sulit karena deforestasi dan pembukaan lahan.

Di tengah kondisi itu, Mawar memilih tetap tinggal dan menjaga satwa-satwa tersisa. Bukan demi popularitas, tapi karena dia percaya generasi berikutnya masih berhak melihat hutan Kalimantan yang utuh dan orangutan hidup bebas di alamnya.

Kredit

Topik

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.