Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – Deretan saham top gainers pada perdagangan terakhir tidak seluruhnya ditopang arus beli investor asing.
Sejumlah saham memang melesat puluhan persen dengan dukungan net foreign buy, namun beberapa saham lain justru naik tinggi di tengah minimnya aliran dana asing bahkan disertai tekanan jual asing.
Data perdagangan menunjukkan saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menjadi penguat terbesar setelah melonjak 28,44 persen ke level 140. Nilai transaksi DFAM tercatat Rp47,87 miliar dengan volume 3,61 juta lot dan frekuensi transaksi mencapai 15,54 ribu kali.
Meski menjadi pemimpin penguatan, arus dana asing yang masuk ke DFAM relatif terbatas. Net foreign buy saham ini tercatat hanya sekitar Rp1,09 miliar.
Saham PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) juga sama-sama menguat 25 persen. CTBN naik ke level 5.750 dengan nilai transaksi Rp34,54 juta dan frekuensi hanya 34 kali transaksi.
Namun di balik kenaikan CTBN, dana asing justru tercatat keluar sekitar Rp2 juta. Sementara PBSA yang naik ke level 850 memperoleh dukungan net foreign buy sekitar Rp1,97 miliar.
Pergerakan berbeda terlihat pada saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF). Saham ini naik 24,80 persen ke level 780, tetapi aliran dana asing yang masuk hanya sekitar Rp26,22 juta meski nilai transaksi mencapai Rp551,95 juta.
Di kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan. MDKA naik 24,77 persen ke level 2.720 dengan nilai transaksi mencapai Rp807,99 miliar.
Penguatan MDKA juga disertai net foreign buy cukup besar mencapai Rp173,62 miliar. Volume perdagangan saham ini mencapai 3,16 juta lot dengan frekuensi sekitar 47,52 ribu kali transaksi.
Sementara itu, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melonjak 24,46 persen ke level 865. Namun kenaikan saham tersebut terjadi di tengah net foreign sell sekitar Rp5,45 miliar.
Pola serupa terlihat pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Saham ini naik 19,67 persen ke level 7.300 dengan nilai transaksi Rp252,98 miliar, tetapi asing justru mencatat penjualan bersih sekitar Rp5,52 miliar.
Di sisi lain, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi saham yang memperoleh dukungan asing cukup besar. ENRG naik 22,13 persen ke level 1.490 dengan net foreign buy Rp8,73 miliar.
Sedangkan INCO menguat 18,84 persen ke harga 5.550 dengan nilai transaksi Rp360,64 miliar. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sekitar Rp73,23 miliar pada saham nikel tersebut.
Saham lain yang ikut masuk daftar penguatan terbesar yakni PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK). Saham ini naik 16,33 persen ke level 2.920 dengan dukungan net foreign buy sekitar Rp321,98 juta.
Data tersebut memperlihatkan tidak semua saham yang masuk jajaran top movers otomatis memperoleh dukungan dana asing besar.
Pada beberapa saham, kenaikan harga justru lebih banyak ditopang transaksi domestik dan pergerakan likuiditas jangka pendek.(*)





Comments are closed.