Yuk, ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Secara rutin, para siswa dan guru SD Inpres Nunumeu di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur merawat dan mengelola kebun sekolahnya. Mereka membersihkan, menyiapkan bedengan dan menanam bibit sayuran dan pangan lokal. Tak hanya untuk ketahanan pangan di sekolah, kegiatan ini sebagai upaya membentuk pendidikan karakter siswa. SD Inpres Nunumeu membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari halaman sekolah. Sejak Januari 2024, sekolah dasar ini memanfaatkan lahan seluas 1.410 m² menjadi kebun sains atau yang mereka sebut Living Lab, tempat siswa dari kelas 1-6 belajar langsung tentang tanaman pangan lokal, mulai dari singkong, kangkung, hingga pepaya dan jagung. “Melihat kondisi di TTS yang dimana banyak anak stunting, ekonomi keluarga yang tidak mencukupi untuk memberikan makanan bergizi, kami pihak sekolah berupaya dengan berdarah-darah untuk mengelola tanah TTS yang kurang subur ini,” jelas Yakoba Saekoko, Kepala SD Inpres Nunumeu dalam diskusi Membangun Kebun Sekolah, pada April Lalu. Wajah ceria siswi SMP N 4 Wulandoni usai panen sorgum di kebun sekolah di Desa Tapobali. Foto: Nopri Ismi/ Mongabay Indonesia Kerja keras antara guru dan siswa pun membuahkan hasil. Berkat kebun sains, kebutuhan gizi siswa pun terpenuhi. Saat panen raya, biasanya mereka memasak dan makan bersama untuk seluruh warga sekolah. Tak hanya tanaman pangan lokal, mereka juga menanam beragam sayur mayur, seperti sawi, pakcoy, pare dan kacang panjang. “Program ini saya harapkan akan terus berkelanjutan meskipun saat masa kepemimpinan saya selesai,” tambah Yakoba. Selain pemenuhan gizi, upaya ini juga meningkatnya kepedulian dan…This article was originally published on Mongabay
Dorong Kebun Sekolah sebagai Ruang Belajar Siswa
Dorong Kebun Sekolah sebagai Ruang Belajar Siswa





Comments are closed.