Morning sickness saat hamil merupakan keluhan yang umum terjadi, terutama di trimester 1. Namun, mual dan muntah yang ekstrem di awal kehamilan perlu mendapat perhatian, Bunda. Beberapa peneliti secara serius terus menggali terhadap penyebab utama mual dan muntah berlebihan pada ibu hamil.
Bunda, mual dan muntah yang ekstrem bisa jadi merupakan salah satu tanda dari hiperemesis gravidarum. Kondisi ini merupakan gangguan kehamilan yang menyebabkan berbagai risiko, seperti dehidrasi hingga penurunan berat badan.
Saat mengalami hiperemesis gravidarum, biasanya ibu hamil akan mengalami kesulitan makan, minum, hingga istirahat. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata, sebuah penelitian menemukan bahwa mual dan muntah ekstrem akibat hiperemesis gravidarum dapat disebabkan oleh faktor genetik. Yuk, simak faktor genetik apa yang mampu memengaruhi tingkat keparahan mual dan muntah selama kehamilan.
Gen yang mampu pengaruhi mual dan muntah saat hamil
Melansir dari Live Science, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Genetics mendapati 10 gen yang berkaitan dengan hiperemesis gravidarum. Para ahli sepakat bahwa gen utama yang paling berperan dalam kondisi ini adalah gen penghasil hormon GDF15.
Siapa sangka, kita biasanya hanya mengenal hormon hCG dan estrogen sebagai hormon yang paling sering menyebabkan mual parah saat hamil. Namun, temuan terbaru justru menunjukkan bahwa hormon GDF15 memiliki pengaruh yang lebih kuat, Bunda.
Hormon GDF15 dikenal sebagai hormon yang mengatur nafsu makan serta respons tubuh terhadap mual, Bunda. Dalam penelitian ini dikatakan bahwa perubahan pada gen tersebut dapat meningkatkan risiko hiperemesis gravidarum jauh lebih besar.
Penelitian ini dipimpin oleh ahli dari University of Southern California, Dr. Marlena Fejzo, yang melibatkan hampir 11 ribu ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum dan lebih dari 420 ribu ibu hamil tanpa hiperemesis gravidarum, dengan latar belakang yang berbeda.
Dengan jumlah partisipan yang banyak, membuat studi ini menjadi yang terbesar di bidangnya. Melalui skala penelitian tersebut pula, hasil yang diperoleh dinilai lebih kuat, akurat, dan valid.
“Penelitian yang sangat bagus ini memperkuat jalur penghasil hormon GDF15 sebagai pendorong utama HG di berbagai populasi yang luas dan beragam. Ini seharusnya mengakhiri diskusi tentang HG sebagai sensitivitas terhadap hCG dan estrogen,” kata dokter spesialis hiperemesis gravidarum, Dr. Andrew Housholder.
Pentingnya untuk mewaspadai mual dan muntah ekstrem di awal kehamilan
Berdasarkan temuan tersebut, mual muntah ekstrem di awal kehamilan akibat hiperemesis gravidarum merupakan kondisi yang kompleks. Penyebabnya pun juga beragam, salah satunya adalah ditemukan perubahan pada gen penghasil hormon GDF15.
Gen-gen yang ditemukan dalam penelitian ini memiliki peranan penting bagi respon tubuh terhadap makanan. Termasuk, reaksi mual dan muntah ekstrem yang sering dialami oleh ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum.
Sambil menunggu perkembangan penelitian lebih lanjut tentang solusi dan pengobatannya, Fejzo mengingatkan kepada para ibu hamil untuk menerima cukup informasi terkait kondisi tersebut. Dengan pemahaman yang baik, maka kehamilan berjalan lebih nyaman dan aman.
Demikian penyebab dari mual muntah ekstrem yang kerap terjadi di awal kehamilan menurut sebuah penelitian terbaru. Semoga informasi ini dapat menjawab rasa penasaran serta bermanfaat untuk Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)





Comments are closed.