Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah hingga 27 Mei 2026

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah hingga 27 Mei 2026

hujan-lebat-berpotensi-guyur-sejumlah-wilayah-hingga-27-mei-2026
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah hingga 27 Mei 2026
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada 25-27 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemetaan Zona Musim (ZOM), sebanyak 63,7 persen atau 445 ZOM di Indonesia masih mengalami musim hujan. Sementara itu, 20,1 persen atau 141 ZOM telah memasuki musim kemarau, dan 16,2 persen atau 113 ZOM tergolong tipe satu musim.

Prakirawan BMKG, Muhammad Riski, menyampaikan bahwa pada 25 Mei hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan meluas di sebagian besar wilayah Indonesia, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), seluruh Pulau Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

“Angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujarnya pada Ahad (24/5/2026) malam.

Sementara pada 26 Mei, Riski menyampaikan hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

“Adapun hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan NTT,” ucapnya.

Pada 27 Mei, Riski menjelaskan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

“Sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Maluku Utara. Potensi angin kencang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Maluku Utara,” katanya.

Di tengah tingginya intensitas hujan di berbagai wilayah, BMKG mencatat kawasan pesisir selatan Indonesia justru menjadi daerah yang paling lambat mengalami peralihan musim dan masih bertahan dalam kondisi kemarau.

“Pada Pulau Jawa dan Bali, musim kemarau telah memasuki sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta wilayah pesisir dan sebagian kecil Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Penida,” ujarnya.

Sementara itu, Nusa Tenggara menjadi wilayah terluas yang masih didominasi zona kemarau, terutama di sebagian besar NTB dan NTT. Sedangkan di Sulawesi dan Indonesia Timur, kemarau tipis masih terpantau di sebagian Gorontalo, Sulawesi Tengah, sebagian kecil Maluku, dan wilayah paling selatan Papua.

“Di Sumatra dan Kalimantan, musim kemarau terjadi di sebagian kecil Aceh, Sumatra Utara, Riau, serta Pulau Nunukan dan Sebatik di Kalimantan Utara,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Di sisi lain, masyarakat di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau juga diminta bijak mengelola sumber daya air guna mengantisipasi potensi kekeringan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.