Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Mbah Nun: Guru Kemanusiaan Orang-Orang Kecil

Mbah Nun: Guru Kemanusiaan Orang-Orang Kecil

mbah-nun:-guru-kemanusiaan-orang-orang-kecil
Mbah Nun: Guru Kemanusiaan Orang-Orang Kecil
service

Mbah Nun yang kami takdzimi.

Hari ini, di saat lembar kalender menandai hari ulang tahun panjenengan yang ke-73, ruang-ruang di dada kami mendadak penuh sesak oleh rasa rindu yang luar biasa. Kami, anak-anak cucu yang pernah merapat di melingkarnya majelis Maiyah, mendambakan kembali kehadiran sosok guru, ayah, sekaligus pembela yang tak pernah lelah berdiri di garda paling depan demi nasib orang-orang kecil.

Mengingat perjalanan panjang panjenengan, pikiran kami melayang jauh ke masa akhir tahun 1980-an, di tanah Kedung Ombo. Saat kekuasaan Orde Baru bertindak arogan dan menindas lewat proyek waduk, di mana rakyat kecil dipaksa menyerah pada keadaan, Mbah Nun hadir menembus barikade ketakutan itu. Bersama Romo Mangun, panjenengan milih melarat dan susah bareng warga genangan yang bertahan. Di sana, Mbah Nun bukan sekadar berwacana, tapi menyuntikkan keberanian, mendampingi anak-anak yang terenggut hak sekolahnya, dan menjadi pelindung bagi mereka yang suaranya dibungkam oleh moncong senjata. Ncen mboten enten wedine blas sampeyan iku, Mbah! Nyali panjenengan selalu utuh jika sudah menyangkut hak rakyat yang diinjak-injak.

Kerinduan kami makin membuncah saat mengingat kembali tanggul-tanggul darurat di Porong, Sidoarjo. Ketika petaka lumpur Lapindo menenggelamkan ribuan masa depan warga pada tahun 2006, Mbah Nun tidak menjauh atau sekadar menonton dari kejauhan. Di saat birokrasi berbelit dan semua pihak saling lempar tanggung jawab, panjenengan turun tangan langsung sebagai penengah. Kami ingat betul bagaimana Mbah Nun memasang badan, berdialog, hingga memunculkan solusi cerdas berupa sumpah kesaksian agar hak ganti rugi warga yang kehilangan surat-surat tanahnya tetap bisa cair. Panjenengan berjuang dengan hati tulus, panjenengan merangkul mereka yang frustrasi, meredam amarah dengan shalawat, dan mengembalikan martabat manusia yang sempat runtuh bersama rumah-rumah yang tenggelam oleh lumpur.

Kini, di usia panjenengan yang ke-73, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Banyak orang kecil yang masih kebingungan lan gak karu-karuan nasibnya di tengah kepungan ketidakadilan modern. Kami rindu bimbinganmu, Mbah. Kami rindu bagaimana panjenengan membedah ruwetnya dunia dengan sudut pandang yang jernih, jenaka, namun sangat menembus relung hati. Kami rindu dekapan hangat seorang guru yang tidak pernah membeda-bedakan kasta manusia.

Mbah Nun, saktemene kito kabeh iki kangen banget karo sampeyan mbah. Kami merindukan tawa panjenengan, merindukan petikan nada KiaiKanjeng, dan rindu mendengarkan wejangan mulia yang selalu memanusiakan kami.

Di hari yang penuh berkah ini, kami menengadahkan kedua tangan, mengetuk pintu langit dengan doa yang paling tulus. Ya Allah, mohon berikanlah kesembuhan yang sempurna, jagalah kesehatan Mbah Nun, dan panjangkanlah usianya. Semoga Mbah Nun selalu sehat walafiat, dianugerahi ketabahan, dan senantiasa menemani kami dalam ruang dan waktu, membimbing langkah-langkah kami yang pincang ini menuju ridha-Mu. Amin Yaa Rabbal ‘Alamin.[]

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.