KABARBURSA.COM – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance merupakan salah satu pemain utama dalam industri pembiayaan nasional.
Kemampuan Adira Finance di pasar pembiayaan otomotif didukung grup keuangan global Mitsubishi UFJ Finansial Group (MUFG) serta induk usahanya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Hingga April 2026, ADMF terus memperluas sektor pembiayaan otomotif dan jangkauan bisnisnya melalui sinergi dengan Mandala Finance serta penyegaran jajaran manajemen.
Diketahui, Adira Finance didirikan pada 1990 dan mulai beroperasi pada 1991. Perseroan kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 31 Maret 2004.
Bisnis utama ADMF berfokus pada pembiayaan kendaraan baru dan bekas, serta memperkuat segmen pembiayaan syariah yang mulai dikembangkan sejak 2012.
Dari sisi kepemilikan saham, ADMF berada di bawah kendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang menggenggam 74,5 persen, MUFG Bank LTD. sebanyak 18,92 persen, masyarakat non warkat 5,78 persen, saham treasury sebesar 0,79 persen, dan masyarakat warkat sebanyak 0,01 persen.
Komposisi kepemilikan tersebut menempatkan Adira Finance sebagai bagian penting dari ekosistem keuangan MUFG di Indonesia dan memperkuat integrasi layanan pembiayaan dengan sektor perbankan.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang efektif berlaku sejak April 2026, ADMF juga melakukan perubahan susunan pengurus. Nobuya Kawasaki ditunjuk sebagai Komisaris Utama menggantikan Daisuke Ejima.
Susunan Dewan Komisaris kini terdiri dari Komisaris Utama Nobuya Kawasaki, Komisaris Theresia Adriana Wijaya dan Congsin Congcar, serta Komisaris Independen Krisna Wijaya dan Manggi Taruna Habir.
Sementara jajaran direksi dipimpin oleh Direktur Utama I Dewa Made Susila, didampingi Wakil Direktur Utama Swandajani Gunadi dan Niko Kurniawan Bonggo Warsito, serta Direktur yang terdiri dari Sylvanus Gani K. Mendrofa, Ricky Gunawan, Takanori Mizuno, Denny Riza Farib, Ricky Gunawan, dan Sigit Hendra Gunawan.
Langkah ekspansi strategis terbaru ADMF, terlihat dari keterlibatannya dalam akuisisi PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) bersama MUFG Bank, Ltd pada Oktober 2025.
Dalam struktur kepemilikan terbaru, Adira Finance memegang 10 persen saham MFIN, sedangkan MUFG Bank menguasai 89,26 persen saham.
Aksi korporasi bernilai sekitar Rp7 triliun tersebut dinilai memperkuat penetrasi bisnis grup di segmen pembiayaan roda dua, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa yang selama ini menjadi basis kuat Mandala Finance.
Ekspansi ini dilakukan setelah perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp772,4 miliar atau setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Di pasar modal, saham ADMF masih menunjukkan fundamental yang relatif solid. Pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026, saham Adira Finance berada di level Rp8.375 per saham, turun 0,59 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang setahun terakhir, saham ADMF bergerak dalam rentang Rp7.900 hingga Rp9.350 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10,35 triliun.
Emiten pembiayaan ini juga diperdagangkan pada rasio price to earnings (P/E) sebesar 5,42 kali dan menawarkan dividend yield sekitar 7,52 persen.
Dari sisi operasional, perseroan membukukan pendapatan kuartal I 2026 sebesar Rp2,04 triliun atau tumbuh 18,16 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini menunjukkan kinerja bisnis yang tetap ekspansif di tengah persaingan industri multifinance.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.