Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Bukan Pelatihan Militer, Ini Saran Pakar Agar Pelatihan Manajer KDMP Tetap Relevan

Bukan Pelatihan Militer, Ini Saran Pakar Agar Pelatihan Manajer KDMP Tetap Relevan

bukan-pelatihan-militer,-ini-saran-pakar-agar-pelatihan-manajer-kdmp-tetap-relevan
Bukan Pelatihan Militer, Ini Saran Pakar Agar Pelatihan Manajer KDMP Tetap Relevan
service

Pelatihan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belakangan menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Hak ini disebabkan karena pelatihan militer yang diberikan kepada seluruh peserta dianggap tidak relevan dengan tugas utama seorang manajer koperasi.

Melihat hal ini, dosen sekaligus peneliti di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Subarsono, M.Si., M.A., mengungkap jika sejatinya pelatihan militer tersebut memang tidak berkorelasi dengan tugas yang diemban oleh manajer koperasi.

Menurutnya, tugas utama seorang manajer adalah mengeksekusi kebijakan strategis yang dibuat pengurus dalam pengoperasian koperasi. Manajer koperasi sudah sepatutnya menjadi pengawas sekaligus memastikan target penjualan koperasi tercapai.

“Mereka bertanggung jawab untuk mengelola staf, mengawasi arus kas, memastikan target penjualan tercapai, serta melaporkan kinerja bisnis kepada pengurus secara berkala demi kesejahteraan anggota,” jelas Surbarsono melalui situs ugm.ac.id.

Apa Pelatihan yang Tepat untuk Calon Manajer KDMP?

Dalam penjelasannya, Subarsono mengungkap jika calon-calon manajer ini diberikan pelatihan yang berkaitan dengan tata kelola koperasi. Selain itu, peserta juga harus dibekali soal kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia (SDM), manajemen keuangan digital, kewirausahaan dan inovasi model bisnis, perencanaan strategis, serta pemasaran, utamanya e-marketing.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Aulia Nur Kasiwi, S.IP., M.IP., Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Aulia dalam penjelasannya di umy.ac.id mengungkap jika esensi dari pemberdayaan koperasi sepatutnya bertumpu pada peningkatan kapasitas pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional.

Keterampilan utama yang dibutuhkan pengurus koperasi disebutnya bukanlah soal ketahanan fisik, tetapi kecakapan administrasi. Manajer juga harus bisa mengelola keuangan serta memiliki kemampuan membangun jejaring dan partisipasi aktif anggota.

Selain itu, manajer juga disebutnya harus bisa memanfaatkan teknologi digital dan membangun kepercayaan masyarakat. Makin tinggi partisipasi anggota, makin besar pula peluang koperasi untuk berkembang.

“Dalam perspektif kebijakan publik, pengurus koperasi wajib memahami tata kelola organisasi, administrasi, dan keuangan yang sehat,” papar Aulia.

Adakah Manfaat Pelatihan Militer untuk Manager KDMP?

Pelatihan dasar militer bagi calon manager KDMP bukan berarti tidak bermanfaat. Lebih lanjut, Subarsono menjelaskan terdapat manfaat lain dalam dimensi kedisiplinan.

Di bidang koperasi, disiplin bisa diartikan sebagai manajer mampu membuat laporan tepat waktu, berperilaku transparan dan akuntabel, tidak menggunakan fasilitas koperasi untuk kepentingan dirinya sendiri, menyediakan produk dan layanan seperti kebutuhan pelanggan, serta tidak menjual barang ilegal.

Meskipun demikian, Subarsono tetap menekankan implikasi besar yang mungkin akan terjadi jika manajer koperasi dilatih secara militeristik, seperti lunturnya demokrasi dalam koperasi.

Koperasi sejatinya adalah organisasi sipil yang mengutamakan prinsip demokrasi, partisipasi anggota, dan musyawarah. Hal ini berbeda dengan militer yang menganut budaya sistem komando.

“Ketika manajer koperasi dilatih secara militeristik, ada potensi akan menggunakan pendekatan militer dalam tatakelola koperasi, dan menggeser budaya demokrasi ke arah sistem komando, komunikasi satu arah, jauh dari partisipasi dan hilangnya budaya dialog,” tegasnya.

Sebagai informasi, saat ini Kementerian Pertahanan mengubah latihan dasar militer bagi calon manajer KDMP dengan latihan bela negara dan manajerial. Artinya, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi.

Peserta akan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan kesiapan manajerial sebagai calon pengelola koperasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.