Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Kebakaran Hutan dan Kekeringan Semakin Meluas, Tata Kelola Ekosistem DInilai Berantakan

Kebakaran Hutan dan Kekeringan Semakin Meluas, Tata Kelola Ekosistem DInilai Berantakan

kebakaran-hutan-dan-kekeringan-semakin-meluas,-tata-kelola-ekosistem-dinilai-berantakan
Kebakaran Hutan dan Kekeringan Semakin Meluas, Tata Kelola Ekosistem DInilai Berantakan
service

Jakarta, NU Online

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (2/7/2026), bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi sedikitnya di 11 provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Banten.

Sementara, bencana kekeringan telah melanda enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Musdalifah menilai bahwa meningkatnya karhutla dan kekeringan tidak semata-mata dipicu oleh kondisi cuaca.

Ia menambahkan bahwa terdapat persoalan mendasar dalam pengelolaan sumber daya alam yang turut memperbesar risiko bencana.

“Situasi yang hari ini tidak hanya terjadi karena faktor cuaca, tetapi ada kontribusi negara, pemerintah, dalam mengelola, dalam konteks tata kelola negaranya yang berantakan. Baik dari segi alamnya, termasuk hutan, lahan pertanian, pesisir, pulau-pulau kecil, dan ekosistem penting lainnya,” ujarnya saat ditemui NU Online di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang mendorong munculnya kebakaran, terutama praktik pembukaan lahan untuk kepentingan industri, pertambangan, maupun pembangunan infrastruktur.

“Ada situasi atau proses pembukaan lahan (industri) yang dilakukan dengan cara dibakar hutannya,” katanya.

Musdalifah mengungkapkan bahwa kerusakan ekosistem gambut dapat memperparah kondisi. Kerusakan kawasan gambut membuat wilayah tersebut semakin rentan terbakar, bahkan api sering kali membakar lapisan bawah tanah sehingga hanya asap tebal yang tampak di permukaan.

“Padahal gambut memiliki fungsi penting sebagai penyimpan air saat musim hujan dan penyedia cadangan air ketika musim kemarau,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bencana kekeringan berkaitan dengan adanya fenomena Godzilla El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan biasanya. Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca akibat aktivitas industri sehingga memperkuat dampak krisis iklim.

“Walhi memprediksi Godzilla El Nino terjadi mulai dari bulan Maret, dan puncaknya akan di Agustus sampai bulan November. Walhi sendiri melihat bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis multidimensi,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa Indonesia kini menghadapi krisis iklim yang berlangsung bersamaan dengan krisis lingkungan hidup yang bersih dan aman.

Musdalifah menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak boleh terus dibiarkan karena akan memperbesar risiko kekeringan di berbagai wilayah.

“Kerusakan lingkungan hidup tidak boleh terus-menerus dibiarkan begitu saja, karena akan berkontribusi pada kekeringan di Indonesia,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.