Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Akademisi Perintis Studi Islam di Amerika Prof John L Esposito Meninggal Dunia

Akademisi Perintis Studi Islam di Amerika Prof John L Esposito Meninggal Dunia

akademisi-perintis-studi-islam-di-amerika-prof-john-l-esposito-meninggal-dunia
Akademisi Perintis Studi Islam di Amerika Prof John L Esposito Meninggal Dunia
service

Jakarta, NU Online

Prof John L Esposito, akademisi yang merintis studi Islam di Amerika, meninggal dunia dalam usia 86 tahun pada Rabu (15/7/2026). Hal ini sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Kamis (16/7/2026).

Lahir di Brooklyn, New York pada tahun 1940, Esposito belajar di bawah bimbingan akademisi Palestina-Amerika Ismail Raji al-Faruqi saat studi di Temple University. Kajian Esposito disebut berupaya untuk mengoreksi miskonsepsi Barat terhadap Islam dan membangun dialog antara Muslim dan masyarakat sekitar.

Guru Besar di Universitas Georgetown Washington DC ini mendirikan Center for Muslim-Christian Understanding di kampusnya tersebut pada tahun 1993. Dalam perkembangannya, lembaga tersebut berubah nama menjadi Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding.

Guru Besar Universitas Georgetown Jonathan AC Brown merasa berutang banyak terhadap sosok yang sudah dianggap sebagai mentor yang hebat baginya. Ia menyebut sebagai sosok Amerika terbaik.

“Komitmennya terhadap kebebasan beragama dan kebebasan berbicara adalah naluriah dan abadi,” kata Brown melalui akun X pribadinya.

Esposito, lanjut Brown, merupakan sosok yang tidak pernah goyah dalam menganjurkan orang-orang dapat menjalani agama mereka dalam kehidupan publik. Kekokohannya juga ditunjukkan dengan menentang negara yang memaksakan diri pada kehidupan moral pribadi orang-orang.

“Kebencian dan ketidaktahuan terhadap yang lain adalah setan-setan yang dibencinya secara mendalam,” kata penulis Hadith: Muhammad’s Legacy in the Mediecal and Modern World itu.

Senada, Rektor American Ilamic College Timothy J Gianotti menyebut Eposito sebagai seorang rekan yang begitu dipercaya dan kawan setia bagi sivitas kampusnya.

“Dia adalah seorang teman dan pemandu yang dipercaya oleh begitu banyak dari kita, seorang teman yang setiap dari American Islamic College dan saya percaya dia adalah seorang teman sejati dari Tuhan,” tulisnya di laman Facebook.

Nader Hashemi dalam artikelnya di Al Jazeera menyebut bahwa Esposito telah menerbitkan lebih dari 55 buku, mayoritas terbit di Oxford University Press. Buku-bukunya itu telah diterjemahkan ke puluhan bahasa.

Esposito, jelasnya, mengembangkan sebuah pemahaman baru terhadap agama dengan mengkritik teori-teori dominan dalam ilmu sosial mengenai perkembangan politik. Menurutnya, dia mampu memberikan gambaran dengan cerdas mengenai bias secular yang menginformasikan mengenai perdebatan telektual di Barat mengenai hubungan antara agama dan politik.

“Teori-teori modernisasi ini mengklaim berlaku secara universal demgan bertumpu pada asumsi bahwa agama merupakan peninggalan masa lalu yang tidak laig memainkan peran penting dalam dunia modern. Sesungguhnya, klaim-klaim ini bias secara ideologi, berdasarkan pada pengalaman-pengalaman spesifik dari Barat,” katanya.

Sementara itu, Esposito secara kontras menginterpretasikan bahwa politik dunia Islam tidak berasal dari bingkai kerja normatif Barat, tetapi dari pengalaman dunia Muslim sendiri. Dalam kata lain, hal tersebut tidak berasal dari luar, melainkan dari dalam, tidak dari bawah ke atas, melainkan dari perspektif masyarakat luas yang banyak dari mereka tetap mempertahankan identitas agamanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.