Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kuliah Sastra Jepang Kuasai Apa? Arfan Anak Unpad Raih Juara Kyorugi di Thailand dan Nargetkan Porprov

Kuliah Sastra Jepang Kuasai Apa? Arfan Anak Unpad Raih Juara Kyorugi di Thailand dan Nargetkan Porprov

kuliah-sastra-jepang-kuasai-apa?-arfan-anak-unpad-raih-juara-kyorugi-di-thailand-dan-nargetkan-porprov
Kuliah Sastra Jepang Kuasai Apa? Arfan Anak Unpad Raih Juara Kyorugi di Thailand dan Nargetkan Porprov
service

Muhammad Arfan Baihaqi, mahasiswa Sastra Jepang FIB Unpad angkatan 2022, meraih medali emas kategori Kyorugi Putra


Menang di turnamen internasional itu prestasi. Akan tetapi, buat Muhammad Arfan Baihaqi, sebenarnya itu adalah tolok ukur untuk target lain.

Ya, mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran angkatan 2022 ini baru saja pulang membawa medali emas dari 12th Tirak Taekwondo International Tournament 2026 yang digelar pada 30 Mei–1 Juni 2026 di Bangkok, Thailand. Ia menang di kategori Kyorugi Putra kelas 63 kilogram, melawan atlet-atlet dari berbagai negara.

Kyorugi itu istilah untuk nomor pertarungan langsung alias sparring, beda dengan Poomsae yang lebih ke rangkaian jurus. Di nomor inilah dua atlet benar-benar saling serang dan bertahan, dinilai lewat poin tendangan dan pukulan yang sah kena sasaran. Kelas 63 kilogram sendiri adalah salah satu kelas berat yang cukup kompetitif karena banyak diisi atlet dengan postur ideal untuk kombinasi kecepatan dan tenaga.

Nah, kemenangan Arfan di kompetisi ini dijadikan sebagai tolok ukur untuk melangkah ke kompetisi lain.

“Target utama saya tahun ini Porprov di bulan November. Jadi, Tirak Taekwondo International Tournament ini sebenarnya sebagai ajang try out agar bisa mempertahankan latihan dan menjaga kesiapan bertanding,” kata Arfan, sebagaimana dikutip dari laman Unpad, Selasa (30/6/2026).

Mengapa bisa demikian? Tirak Taekwondo International Tournament di Bangkok adalah turnamen invitasi/swasta. Turnamen ini bagus buat jam terbang dan uji coba lawan asing, tapi statusnya bukan bagian dari sistem pembinaan atlet berjenjang di Indonesia.

Sementara itu, Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) adalah ajang resmi multievent empat tahunan yang jadi pintu seleksi menuju PON (Pekan Olahraga Nasional). Ajang ini yang menentukan siapa mewakili daerah, dapat pembinaan lanjutan, bahkan siapa yang berpeluang naik ke Sea Games/level nasional.

Jadi buat atlet Indonesia, menang Porprov dinilai lebih strategis buat karier jangka panjang.

Apa Itu Tirak Taekwondo International Tournament?

Sebagai informasi, Tirak Taekwondo International Tournament diselenggarakan oleh Tirak Taekwondo, sebuah dojang atau perguruan taekwondo di Bangkok, Thailand. Tahun 2026 ini merupakan penyelenggaraan ke-12.

Turnamen ini masuk kategori kompetisi invitasi internasional swasta, bukan ajang resmi di bawah federasi dunia World Taekwondo atau kejuaraan berjenjang seperti SEA Games dan Asian Games.

Meski levelnya menengah, turnamen semacam ini punya fungsi penting dalam ekosistem taekwondo pelajar dan mahasiswa se-Asia Tenggara—jadi ajang uji coba melawan atlet dari negara lain sebelum tampil di kompetisi berjenjang resmi di negara masing-masing.

Bukan cuma Indonesia, kontingen sekolah menengah dari berbagai negara juga rutin mengirim wakilnya ke turnamen ini setiap tahun, seperti tercatat dalam publikasi SMA Plus Taruna Akterlis Medan yang pernah mengirim tiga atlet ke edisi ke-11 tahun 2025.

Dengan konteks ini, jadi masuk akal kenapa Arfan menyebut turnamen di Bangkok sebagai ajang try out.

Lalu Bagaimana dengan Porprov XV? Yang Jelas Bukan Ajang Kaleng-Kaleng

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 akan digelar 7–20 November 2026, dengan Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama. Ini untuk pertama kalinya tiga kota sekaligus jadi tuan rumah dalam sejarah Porprov Jabar.

Ajang ini akan mempertandingkan 1.156 nomor pertandingan dari 96 cabang olahraga, dengan total 9.527 keping medali yang diperebutkan, dan melibatkan 24.132 orang mulai dari atlet, pelatih, manajer, hingga panitia.

Skalanya bukan main-main. Ketua Umum KONI Jawa Barat, M. Budiana, bahkan menyebut Porprov ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Jawa Barat, dan bukan sekadar kompetisi antardaerah, melainkan momentum untuk menggali dan membina potensi atlet menuju jenjang yang lebih tinggi. Makanya, Arfan ingin punya tangga karier yang berangkat dari sana.

Ongkos yang Harus Dibayar dari Target Porprov

Meskipun punya rencana memenangkan Porprov, tapi target yang matang ini tidak mudah. Ada ongkos yang harus dibayar Arfan setiap hari, yakni membagi waktu antara kuliah dan latihan.

Sebagai mahasiswa Sastra Jepang, Arfan tetap harus mengejar tugas kuliah seperti mahasiswa lain, sambil menjaga jadwal latihan yang ketat menjelang kompetisi.

“Menjadi mahasiswa sekaligus atlet itu tidak mudah karena harus membagi waktu antara kuliah dan latihan. Pasti capek dan menguras energi, tetapi harus tetap semangat dan berpikir positif. Kalau dijalani dengan baik, kuliahnya bisa maksimal dan latihannya juga bisa maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, Arfan mengaku tidak sendirian menghadapi itu. Dukungan kampus jadi faktor penting.

“… Saya merasakan support dari Unpad, dan menurut saya secara keseluruhan dukungannya sangat baik,” ungkapnya.

Memang, Arfan sudah punya minat terhadap olahraga ini jauh sebelum ia jadi mahasiswa Unpad. Ketertarikannya menekuni taekwondo secara serius dipicu keinginan mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Dari situ ia mencari kampus yang bisa mengakomodasi dua hal sekaligus, yakni pengembangan prestasi olahraga dan pendidikan akademik yang layak.

Berbekal rekam jejak prestasinya, Arfan akhirnya diterima di Unpad lewat Jalur Minat dan Bakat/Prestasi Non Akademik. Di Unpad ini lah, minat Arfan akhirnya difasilitasi lewat Unit Kegiatan Mahasiswa Taekwondo (UTKD) sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.