Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Desak Made Rita, Ratu Panjat Tebing Indonesia yang “Langganan” Juara di Krakow

Desak Made Rita, Ratu Panjat Tebing Indonesia yang “Langganan” Juara di Krakow

desak-made-rita,-ratu-panjat-tebing-indonesia-yang-“langganan”-juara-di-krakow
Desak Made Rita, Ratu Panjat Tebing Indonesia yang “Langganan” Juara di Krakow
service

6 Juli 2026 18.18 WIB • 2 menit

Desak Made Rita Kusuma Dewi di World Climbing Series Krakow 2026./FPTI


Kota Krakow, Polandia, menjadi saksi bisu ketangguhan atlet panjat tebing Indonesia pada Sabtu (4/7/2026). Di sana, tim nasional panjat tebing Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang total tiga medali, yang terdiri dari satu medali emas, satu medali perak, serta satu medali perunggu dalam ajang bergengsi World Climbing Series Krakow.

Adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi yang menjadi bintang utama dalam kompetisi ini. Bagaimana tidak, ia adalah penyumbang emas bagi Indonesia yang didapat setelah dirinya sukses mengamankan posisi puncak di kategori speed perorangan putri. Dengan medalinya, Desak juga membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam disiplin speed di level internasional.

Tidak hanya bagi Indonesia, medali emas Desak juga begitu istimewa bagi dirinya. Sebab, ia berhasil mempertahankan medalinya di Krakow. Ya, ia memang menjadi juara back to back setelah juga mendapat emas di World Climbing Series Krakow edisi 2025.

Oleh karena itulah, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pun melihatnya sebagai hal yang spesial. Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, memberikan ucapan selamat sekaligus evaluasi atas pencapaian tersebut.

“Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya,” ujar Wahyu.

Tentu saja, keberhasilan Desak tidak diraih dengan mudah karena ia harus melewati persaingan sengit sejak babak putaran 16 besar hingga mencapai partai puncak. Di babak final, ia harus beradu cepat dengan tiga pemanjat tangguh lainnya, yakni Natalia Kalucka dari Polandia, Emma Hunt dari Amerika Serikat, dan Aleksandra Miroslaw dari Polandia.

Momen dramatis sempat mewarnai jalannya pemanjatan di babak final kategori putri yang penuh ketegangan. Aleksandra Miroslaw yang menjadi salah satu pesaing terberat justru harus menelan pil pahit setelah dinyatakan melakukan false start, yang secara otomatis membuatnya gugur dari persaingan perebutan medali. Kondisi tersebut mengharuskan tiga atlet yang tersisa, termasuk Desak, untuk melakukan pemanjatan ulang.

Dalam situasi penuh tekanan di dinding vertikal, sejarah pun tercipta. Desak menunjukkan ketenangan luar biasa dan mampu mencatatkan waktu 6,54 detik. Catatan waktu Desak tersebut berhasil mengungguli Natalia Kalucka yang mencatatkan 6,62 detik di posisi kedua, serta Emma Hunt dengan waktu 11,37 detik di posisi ketiga.

Kemenangan manis di Polandia ini sekaligus mengulang kesuksesan Desak Made pada ajang yang sama setahun sebelumnya. Pada gelaran tahun 2025, Desak juga berhasil mengukuhkan diri sebagai juara setelah mengalahkan Emma Hunt yang kala itu meraih perak, sementara Aleksandra Miroslaw harus puas dengan medali perunggu.

Untuk diketahui juga, selain emas yang dipersembahkan oleh Desak, tim Indonesia juga menambah pundi-pundi medali melalui kategori speed relay campuran yang menghasilkan medali perak. Sementara itu, satu medali perunggu lainnya berhasil diamankan melalui kategori speed perorangan putra.

Meski mampu menorehkan prestasi cemerlang, hal itu tak lantas membuat Desak bisa terlena. Sebaliknya, ia harus kembali bersiap untuk menghadapi ajang penting lainnya, khususnya Asian Games 2026 pada September hingga Oktober mendatang.

“Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal,” kata Wahyu lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.