Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kisah Indah Bulan, Orangutan Korban Perdagangan yang Menjadi Induk di Alam Liar

Kisah Indah Bulan, Orangutan Korban Perdagangan yang Menjadi Induk di Alam Liar

kisah-indah-bulan,-orangutan-korban-perdagangan-yang-menjadi-induk-di-alam-liar
Kisah Indah Bulan, Orangutan Korban Perdagangan yang Menjadi Induk di Alam Liar
service

Setelah lebih satu dekade sejak diselamatkan dari perdagangan satwa liar, Bulan akhirnya menorehkan kisah yang menjadi harapan baru bagi konservasi orangutan sumatera. Orangutan betina yang pernah menjalani rehabilitasi panjang ini melahirkan seekor bayi di habitat alaminya di Cagar Alam Jantho, Aceh Besar. Bayi jantan yang kemudian diberi nama Badar itu, menandai sebuah tonggak penting bahwa individu hasil rehabilitasi tidak hanya mampu bertahan hidup di alam liar, tetapi juga berkembang biak secara alami. Kelahiran Badar merupakan ke-10 yang terkonfirmasi di kawasan Pelepasliaran Orangutan Jantho sejak program itu mulai pada 2011. Hal ini menunjukkan, orangutan yang berhasil selamat dari konflik dengan manusia, perdagangan ilegal, maupun kepemilikan ilegal dapat melewati rehabilitasi, dan berkembang biak secara alami di habitatnya. Kelahiran Badar pertama kali dikonfirmasi oleh tim Post Release Monitoring Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)–Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) pada 22 Mei 2026. Saat itu, Bulan terlihat lincah berpindah dari satu pohon ke pohon lain sambil menggendong bayinya yang diperkirakan baru berusia sekitar satu bulan. Bayi tersebut tampak sehat dan terus menempel pada tubuh induknya, sementara Bulan memperlihatkan naluri keibuan yang kuat dengan melindungi anaknya selama beraktivitas di kanopi hutan. Perjalanan Bulan hingga kembali menjadi induk di alam liar bukanlah hal yang singkat. Ia diselamatkan pada 2014 ketika masih berusia sekitar dua tahun setelah menjadi korban perdagangan ilegal. Selama lebih dari sepuluh tahun, Bulan menjalani berbagai tahap rehabilitasi untuk mempelajari kembali keterampilan yang dibutuhkan agar dapat hidup mandiri di hutan, mulai dari mencari makan, membangun sarang, hingga menghindari ancaman. Setelah dinilai siap, ia dilepasliarkan ke Cagar…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.