Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menyoal Mandatori Biodiesel B50

Menyoal Mandatori Biodiesel B50

menyoal-mandatori-biodiesel-b50
Menyoal Mandatori Biodiesel B50
service

Mulai Juli ini, Pemerintah Indonesia mulai jalankan program biodiesel 50% (B50). Sejumlah pihak mengkritik kebijakan mandatori B50  dan menguji klaim pemerintah yang menyebut program ini dapat menghemat devisa negara mencapai Rp157,28 triliun pada 2026. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengklaim kebijakan B50 dapat mengurangi kebutuhan impor solar jauh lebih besar dari tahun lalu ketika pemerintah masih mandatori B40. “Penghematan devisa Rp133,3 triliun  tahun lalu, maka penghematan devisa dari penurunan impor solar melalui kebijakan B50 pada tahun ini meningkat sekitar 17,9%,” ujar Dwi Anggia, Juru Bicara KESDM dari Antara. Pernyataan Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, penghematan lebih tinggi lagi. Saat peluncuran program ini 9 Juli lalu,  dia  mengatakan, mandatori biodiesel B50 berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun. Mengutip IDN, dia bilang,  penghematan terjadi karena kebijakan ini mampu mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap impor solar. “Jadi,  dari B40 ke B50, kita bisa menahan devisa kita Rp170 T,” kata Bahlil masih dari IDN. Benarkah dapat menghemat devisa negara? Yayan Satyakti, Dosen Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran mengkaji klaim pemerintah ini. Dia bilang, penghematan devisa lewat program B50 memang terjadi, tetapi tidak otomatis berarti menghemat anggaran negara. Biodiesel, sumber energi di Indonesia dominan berasal dari sawit. Subsidi-subsidi untuk biodiesel sawit pun banyak mengalir ke perusahaan-perusahaan. Foto: dari laporan Koalisi Transisi Bersih Benarkah penghematan? Sebaliknya, menurut Yayan, B50 berpotensi menimbulkan biaya fiskal, tekanan terhadap pasar minyak goreng, risiko pembukaan lahan sawit baru, dan utang karbon hingga seabad lebih. Dia bilang, program B50 memang bisa gantikan impor solar…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.