Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Gantikan Gandum Impor, Siapa Sangka Kalau Sorgum Bisa Jadi Bahan Baku Terigu Lokal

Gantikan Gandum Impor, Siapa Sangka Kalau Sorgum Bisa Jadi Bahan Baku Terigu Lokal

gantikan-gandum-impor,-siapa-sangka-kalau-sorgum-bisa-jadi-bahan-baku-terigu-lokal
Gantikan Gandum Impor, Siapa Sangka Kalau Sorgum Bisa Jadi Bahan Baku Terigu Lokal
service

10 Juli 2026 12.00 WIB • 2 menit

Dok. Dwi Setijo Widodo (Shutterstock)


Ancaman perubahan iklim yang diikuti oleh fenomena cuaca ekstrem seperti kemarau panjang El Nino memaksa sektor pertanian nasional untuk segera berbenah. Jika terus mengandalkan pola tanam konvensional, angka produktivitas pangan dalam negeri dipertaruhkan.

Guna mengantisipasinya, Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN mendorong integrasi teknologi budidaya pada komoditas tangguh, salah satunya adalah tanaman sorgum.

Sorgum dinilai menjadi kandidat kuat pangan masa depan karena kemampuannya yang luar biasa untuk tetap tumbuh subur di lahan kering maupun tanah marginal yang miskin hara. Dari sisi ketahanan ekonomi, biji tanaman ini diproyeksikan mampu menjadi bahan baku substitusi tepung terigu di pasar domestik.

Langkah pengalihan ini menjadi hal yang penting mengingat Indonesia masih terjebak melakukan impor gandum dengan volume yang sangat fantastis, yakni menembus angka 11 juta ton setiap tahunnya.

Ketergantungan akut tersebut menguras devisa negara dalam jumlah besar, sehingga kehadiran varietas sorgum unggul diharapkan mampu memotong rantai pasokan luar negeri tanpa menurunkan kualitas mutu olahan pangan di tingkat konsumen.

Pemanfaatan tanaman ini juga dirancang multifungsi untuk menyuplai sektor energi hijau nasional. Selain itu, sisa biomassa batangnya juga dilirik oleh perusahaan swasta sebagai bahan campuran (co-firing) batu bara pada fasilitas pembangkit listrik di berbagai daerah.

Tembakan Sinar Gamma Mempercepat Evolusi Genetik

Akselerasi penciptaan bibit unggul ini berhasil diwujudkan berkat adopsi teknologi pemuliaan modern berbasis mutasi induksi. Metode ini bekerja dengan cara mempercepat munculnya keragaman variasi genetik baru pada tanaman, yang nantinya akan diseleksi secara ketat oleh tim peneliti di lapangan.

Dalam prosesnya, peneliti memanfaatkan mutagen berupa radiasi sinar gamma untuk memicu perubahan materi genetik pada tingkat genom atau kromosom tumbuhan.

Penggunaan radiasi ini diklaim sangat efektif dan direkomendasikan secara internasional oleh Joint FAO/IAEA karena tidak melibatkan penyisipan gen asing dari luar, sehingga status produknya berbeda dengan tanaman transgenik (GMO).

“Induksi mutasi menggunakan radiasi gamma tidak meninggalkan residu radiasi pada tanaman. Produk yang dihasilkan pada dasarnya sama dengan mutasi alami, hanya proses terbentuknya dipercepat,” ujar Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Prof. Soeranto.

Aplikasi teknologi nuklir damai ini mampu memutus keterpautan genetik yang tidak diinginkan pada tanaman. Sebagai contoh, pada kasus padi lokal yang dikenal punya rasa nasi sangat pulen namun masa panennya terlampau lama, tembakan sinar gamma bisa memisahkan sifat lambat tersebut, sehingga dihasilkan varietas baru yang tetap enak namun berumur genjah atau cepat dipanen.

Deretan Varietas Mutan Unggul Penghuni Sawah Rakyat

Guna menyokong riset mutasi tanaman berskala makro ini, infrastruktur riset telah diperkuat dengan ketersediaan lima unit fasilitas gamma irradiator, laboratorium kultur jaringan, hingga sistem analisis bioteknologi terpadu.

Pada pelaksanaannya, dosis radiasi harus dihitung secara presisi sejak awal karena setiap jenis tanaman memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap paparan mutagen.

Proses penyaringan tanaman mutan sudah mulai digarap sejak generasi kedua (M2). Tim peneliti memfokuskan pencarian pada karakter fisik yang kebal terhadap hantaman kekeringan, tingkat keasaman tanah yang tinggi, kadar salinitas air laut, hingga resistensi terhadap serangan hama wereng.

Hingga saat ini, pemanfaatan teknologi mutasi di dalam negeri telah sukses menelurkan puluhan varietas unggul baru yang telah dilepas secara resmi ke sektor industri pertanian. Daftarnya mencakup 34 varietas padi, 15 varietas kedelai, tiga varietas sorgum, hingga gandum tropis.

Beberapa produk mutan yang kini menjadi andalan para petani di antaranya adalah padi varietas Mustajab dan Inpari Sidenuk yang mencatatkan potensi panen melimpah hingga 10 ton per hektare sekaligus kebal dari penyakit blas.

Di sektor palawija, terdapat kedelai varietas Mutiara 1 berukuran biji raksasa, serta sorgum varietas Pahat yang berpostur semi-kerdil namun menyimpan cadangan biomassa yang melimpah untuk kebutuhan industri pakan ternak.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.