
Kisah Dua Ekor Ayam Jago yang Sombong, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara | Pexels/Ceylon Frames
Ada sebuah cerita rakyat dari Sulawesi Tenggara yang menceritakan tentang kisah dua ekor ayam jago yang sombong. Cerita rakyat ini menceritakan dua ekor ayam jago yang saling bersaing antara satu sama lain dengan ego mereka masing-masing.
Namun persaingan yang penuh rasa sombong antara kedua ayam jago tersebut tidak berarti apa-apa. Pada akhirnya, sifat sombong itu hanya memberikan akhir yang buruk bagi mereka berdua.
Bagaimana kisah di balik cerita rakyat dari Sulawesi Tenggara tersebut? Berikut kisah dua ekor ayam jago yang sombong dalam artikel berikut.
Kisah Dua Ekor Ayam Jago yang Sombong, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara, dikisahkan pada zaman dahulu di sebuah hutan hidup berbagai macam jenis binatang. Dulunya para binatang ini bisa berkomunikasi antara satu sama lain layaknya manusia.
Para binatang ini selalu hidup berdampingan dengan baik. Mereka selalu menjaga kerukunan antar satu sama lainnya.
Namun ketenangan ini terusik oleh persaingan dua ekor ayam jago yang ada di sana. Kedua ayam jago ini memang dikenal suka bersaing antara satu sama lain sejak lama.
Selalu ada saja permasalahan yang tercipta di antara mereka. Jika sudah bersaing, situasi yang ada di sekitar mereka menjadi tidak baik-baik saja.
Biasanya kedua ayam jago ini diusahakan agar tidak saling berpapasan di hutan. Hal ini bertujuan agar situasi hutan agar tetap bisa berjalan dengan kondusif.
Namun situasi ini buyar pada suatu hari. Saat itu, salah satu ayam jago tengah asik mencari makan di salah satu sudut hutan.
Tidak lama kemudian, ayam jago lainnya datang ke sana. Dia ke sana juga dengan niatan sama untuk mencari makan.
Pertemuan antara keduanya akhirnya tidak terhindarkan. Kedua ayam jago ini sama-sama bersikeras jika daerah tersebut merupakan wilayahnya.
Kedua ayam jago ini pun bersitegang untuk memperebutkan daerah tersebut. Pertarungan antara keduanya akhirnya tidak bisa terhindarkan lagi.
Pertarungan sengit terjadi antara kedua ayam jago tersebut. Mereka saling mematuk dan mencakar tubuh lawan antara satu sama lain.
Dalam satu momen, salah satu ayam jago berhasil melancarkan serangan fatal untuk lawannya. Alhasil ayam jago satunya terkapar dan tidak pernah bangun lagi.
Ayam jago yang menang ini langsung membusungkan dadanya. Dengan sombong dia memamerkan kemenangan yang sudah dia raih.
Tidak hanya itu, ayam jago ini kemudian terbang dan naik ke atas salah satu pohon. Dia pun berkokok dengan keras agar semua hewan tahu kemenangannya dan berhasil menguasai daerah tersebut.
Tanpa ayam jago ini sadar, ternyata jauh di atas langit ada seekor burung rajawali yang sudah terbang mengelilingi area tersebut. Burung rajawali yang kelaparan ini memang berniat untuk mencari mangsa dan makanan baginya pada hari itu.
Kokok ayam jago yang sangat keras terdengar oleh sang rajawali. Mata tajamnya langsung tertuju pada ayam jago yang tengah berkokok dengan sombongnya.
Rajawali merasa senang mendengar kokokan tersebut. Bukannya tertarik dengan kemenangan ayam jago, sang rajawali akhirnya berhasil menemukan mangsanya.
Dengan cepat burung rajawali pun terbang menukik ke bawah. Dalam sekejap ayam jago tersebut disambar dan ditangkap oleh sang rajawali.
Akhirnya ayam jago yang sombong tersebut menemui ajalnya. Kemenangan yang dia raih pada akhirnya tidak berarti apa-apa.
Itulah kisah dari salah satu cerita rakyat Sulawesi Tenggara. Dari kisah tersebut kita bisa belajar jika sifat sombong di dalam diri pada akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor





Comments are closed.