Ketika Simon Porte Jacquemus menggelar peragaan busana Le Bonheur di tebing Île-Rousse, Corsica, Prancis, pada 29 Juni 2026, satu wajah asal Indonesia ikut melangkah di atas runway yang menghadap langsung ke Laut Mediterania.
Di hadapan tamu-tamu dunia, termasuk aktris Prancis Isabelle Huppert dan aktor Korea Selatan Park Seo Joon, Viknes Waren Mahaputra tampil membawakan koleksi rumah mode yang dikenal sebagai salah satu ikon fashion mewah dunia.
Akan tetapi, siapa sangka, pencapaian di level internasional itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ya, Viknes tak pernah berangan bahkan terbayang untuk menjadi seorang model. Jauh sebelum mengenakan koleksi Jacquemus di Prancis, pemuda asal Yogyakarta tersebut lebih dikenal sebagai pebasket SMA yang pernah menyandang gelar MVP Honda DBL DI Yogyakarta.
Pilih Karier Basket atau Kuliah?
Sebelum dikenal sebagai model, Viknes adalah pemain basket sekolah yang cukup diperhitungkan. Ia bermain untuk SMA Budi Mulia Dua Yogyakarta di kompetisi DBL (Development Basketball League) selama dua musim, 2017 dan 2018. Ia turut membawa sekolahnya ke partai final dua musim beruntun.
Pada musim terakhirnya, 2018, Viknes terpilih sebagai MVP Honda DBL DI Yogyakarta, gelar yang mengantarnya ke DBL Camp 2018 di Surabaya.

Viknes Waren (nomor dua dari kanan) ketika masih menjadi pebasket
Catatan itu menjadi bekal portofolionya sehingga beberapa kampus menawarinya beasiswa lewat jalur basket, termasuk salah satu kampus di Yogyakarta sendiri. Tapi tawaran itu malah membuatnya bingung.
“Sempat dapat beberapa tawaran beasiswa di beberapa kampus, salah satunya di Yogyakarta. Aku sempat dilema itu mau tetap lanjut ke basket atau gimana,” kata Viknes, seperti dikutip DBL.
Setelah bergulat dengan pilihan itu, ia malah memutuskan melanjutkan studi ke Prancis, dengan tiga opsi jurusan: arsitektur, seni murni, atau seni rupa.
Pandemi Mengubah Semuanya, Termasuk Rencana Pendidikan Viknes
Rencana kuliah ke Prancis nyaris terwujud sebelum pandemi Covid-19 membekukan semuanya selama dua tahun.
“Aku sudah siap semua tinggal berangkat intinya, eh pandemi dateng dan gak kelar-kelar sampai dua tahun. Akhirnya aku coba cari jalan lain selain kuliah,” ujarnya.
Di masa itulah, sehabis lulus SMA, Viknes menghabiskan waktu sehari-hari dengan kegiatan melukis di rumah. Tak ada kegiatan yang bersinggungan dengan modeling ketika itu, sama sekali.
“Sebelum modeling aku sempat disibukkan dengan latihan basket. Tapi setelah lulus SMA aku lebih banyak berkesenian di rumah, saat itu masih fokus dengan lukisan,” katanya, dikutip dari Kompas.com.
Setelah beberapa saat tenggelam dalam rutinitas itu, sang kakak mengingatkan bahwa ada tawaran lama dari Persona Management Jakarta. Viknes akhirnya mencoba terhubung kembali dengan sosok yang memberinya tawaran. Pada akhirnya, tawaran itulah yang membawanya berkarier di dunia model. Walaupun, ia mengaku sama sekali tak pernah membayangkan menjadi model dan pengetahuannya nol besar soal itu.
Panjat Karier dari Persona Management ke Elite Model World
Karier modelingnya dimulai 2021, pasca-pandemi. Perkembangannya bertahap untuk mencapai level dunia. Ia lebih dulu sempat menjadi ikon Jakarta Fashion Week dan terpilih sebagai JFW Icons 2023.
“Saya belajar lagi bagaimana jadi model profesional, saat di catwalk, pose, sampai disiplin seorang model,” ungkapnya kala itu, dikutip dari laman JFW.
Sekitar setahun kemudian ia bergabung dengan Elite Model Management Milan. Juni 2023, Viknes bertolak ke Eropa dan debut internasional di Milan Men’s Fashion Week Spring/Summer 2024, membawakan koleksi tiga rumah mode besar—Neil Barrett, Jordan Luca, dan Zegna.
Kariernya terus naik. September 2025, ia kembali tampil di Milan Fashion Week membawakan koleksi Spring/Summer 2026 desainer asal India, Dhruv Kapoor, yang mengangkat kembali elemen busana tradisional India seperti rompi rajutan dan tunik, dipadukan sentuhan kosmopolitan.
Kini, jaringan agensinya membentang luas, mulai dari Elite Paris, Elite Milan, Elite London, Elite Spain, hingga Modelwerk di Hamburg, Jerman.
Musim Panas 2026: Puncak di Corsica
Pekan Mode Paris musim panas 2026 menjadi salah satu periode paling sibuk dalam karier Viknes. Selain tampil untuk Jacquemus, ia juga berjalan di runway Officine Générale, Junya Watanabe, dan Yohji Yamamoto. Sebelumnya, pada Januari 2026, ia lebih dulu melakukan debut bersama Jacquemus, sebelum kembali dipercaya membawakan koleksi terbarunya beberapa bulan kemudian.
Pada kesempatan itu, Viknes membawakan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk Le Bonheur—yang berarti “kebahagiaan” dalam bahasa Prancis. Koleksi rancangan Simon Porte Jacquemus tersebut terinspirasi dari kenangan masa kecil sang desainer saat berlibur bersama ibunya di Corsica. Melalui material alami seperti katun, linen, dan organza sutra, Jacquemus menghadirkan nuansa musim panas yang ringan dan penuh warna.
“Saya membayangkan koleksi ini seperti musim panas itu sendiri. Matahari, warna-warna, keindahan hal-hal sederhana, perasaan ringan,” ujar Simon Porte Jacquemus, dikutip Elle.
Salah Satu Resep Tembus ke Negara Tetangga: Dukungan Keluarga
Bagi Viknes, kesempatan tampil di panggung-panggung mode dunia bukan sekadar pencapaian profesional. Dunia fashion juga menjadi ruang yang memberinya cara baru untuk mengekspresikan diri.
“Fashion merupakan alat untuk menunjukkan sedikit identitas diri seseorang dengan cara yang sangat menyenangkan. Ini adalah instrumen untuk mengekspresikan diri tanpa kata-kata,” tuturnya.
Di balik perjalanan itu, ia selalu mengingat peran keluarganya. Menurut Viknes, kebebasan yang diberikan orang tuanya sejak kecil membuatnya berani mengambil jalan hidup yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Kami satu keluarga sangat dekat satu sama lain. Dukungan dan kebebasan yang diberikan orangtua sedari kecil sangat amat penting dan aku sangat hargai,” katanya.
Satu pesan dari mendiang ibunya juga terus ia pegang setiap kali menghadapi kegagalan, baik saat masih mengejar mimpi sebagai pebasket maupun ketika meniti karier di dunia mode.
“Mama selalu bilang kalau gak dapet bukan berarti aku berhenti di situ. Aku yakin banyak jalan lain buat menuju ke apa yang aku mau,” kenangnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




Comments are closed.