Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memastikan pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas dan pemerataan akses termasuk Jembatan Way Bungur di Kabupaten Lampung Timur.
Menurut keterangan Sekretariat Wakil Presiden diterima di Jakarta pada Rabu, Wapres dalam peninjauan pembangunan Jembatan Way Bungur di Lampung pada hari ini menyampaikan bahwa sebagai implementasi Astacita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur berkualitas dan merata sebagai fondasi pemerataan pembangunan serta penguatan ekonomi nasional.
“Dua minggu lagi jadi yang jembatan daruratnya. Nanti jembatan permanennya juga akan segera dibangun,” kata Wapres Gibran.
Hal itu disampaikannya dalam dialog lapangan bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan masyarakat Lampung Timur.
Wapres memastikan jembatan darurat akan rampung dalam dua pekan atau sekitar akhir Juli 2026, agar kendaraan roda dua dan anak-anak sekolah dapat melintas dengan aman.
Wapres menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Gibran, berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis, harus diselesaikan melalui koordinasi yang intensif.
Untuk itu, pemerintah akan menerapkan skala prioritas dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur dengan mengutamakan ruas jalan maupun jembatan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Titik-titik jalan yang sekiranya diperlukan untuk diperbaiki, khususnya jalan-jalan yang menopang kegiatan-kegiatan ekonomi, akan kami prioritaskan,” katanya.
Pembangunan Jembatan Way Bungur atau dikenal juga dengan nama Jembatan Kali Pasir, memiliki nilai strategis sebagai salah satu penghubung utama Kabupaten Lampung Timur dengan Kabupaten Lampung Tengah.
Tanpa akses jembatan, selama ini anak-anak sekolah dan warga sekitar harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu sederhana untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Keterbatasan jumlah perahu juga menyebabkan mobilitas masyarakat menjadi kurang optimal.
Baca juga: Wapres Gibran: Pembangunan infrastruktur harus hadirkan manfaat
Baca juga: Mentri PU minta sungai di bawah Jembatan Way Bungur dinormalisasi
Baca juga: BPJN Lampung sebut sejumlah jembatan yang diperbaiki bisa dilintasi
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.