Arina.id – Hizbullah merupakan organisasi politik Islam Syiah dan kelompok milisi bersenjata yang berbasis di Lebanon yang didukung oleh pemerintah Iran. Hizbullah sendiri merupakan front perlawanan terhadap rezim Zionis Israel yang sampai saat ini masih berkoflik dan bersitegang dengan Israel.
Saat delegasi Hizbullah memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah mendiang pimpinan tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, mereka dibacakan ayat Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 139 dan 140.
Delegasi Hizbullah tersebut terdiri dari pejabat sekaligus beberapa keluarga dari anggota yang gugur. Delegasi itu dipimpin oleh mantan pejabat senior sekaligus mantan menteri luar negeri Lebanon, Mohammed Fneish. Mereka disambut dengan bacaan sebagai berikut:
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ. اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗوَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ
Artinya: “Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin. Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan Allah mengetahui orang-orang beriman (yang sejati) dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim.”
Kedua ayat tersebut berhubungan dengan kekalahan umat Islam dalam perang Uhud, sehingga Allah SWT memberikan semangat kepada mereka untuk tidak berputus asa dan tidak bersedih hati dan segera bangkit kembali untuk berjihad membela agama Allah SWT.
Muhammad Amin al-Harari dalam Hadaiqur Ruh war Rayhan fi Rawabi Ulumil Qur’an [Beirut: Dar Thouq al-Najat, 2001, vol. 5, hlm. 150.] mejelaskan makna ayat 139 sebagai berikut:
ولا تضعفوا عن القتال، وما يتبعه من التدبير بسبب ما أصابكم من الجروح والفشل في يوم أحد، ولا تحزنوا على من فقد منكم في هذا اليوم، وكيف يلحقكم الوهن والحزن وأنتم الأعلون؛ فقد مضت سنة الله أن يجعل العاقبة للمتقين، الذين لا يحيدون عن سنته، بل ينصرون من ينصره، ويقيمون العدل فهم أجدر بذلك من الكافرين الذين يقاتلون لمحض البغي، والانتقام، أو للطمع فيما في أيدي الناس
Artinya: “Janganlah kalian merasa lemah terhadap peperangan dan segala yang terkait dengan siasat perang sebab luka dan kegagalan yang kalian alami di perang Uhud. Jangan bersedih atas orang yang gugur dari kalian di hari ini. Bagaimana bisa kelemahan dan kesedihan hinggap dalam diri kalian, sedangkan kalian adalah orang-orang yang mulia. Maka telah terjadi Sunnatullah sebagai kesimpulan bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka adalah orang-orang yang tidak sama sekali menyimpang dari Sunnah-Nya, bahkan mereka menolong orang yang menolong-Nya, dan mendirikan keadilan. Mereka adalah orang yang lebih pantas dengan hal itu dari pada orang-orang kafir yang berperang hanya demi kebencian semata, dan pembalasan, atau keerakahan untuk merampas milik orang lain.”
Wahbah bin Mustafa al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir [Beirut: Darul Fikr, 1991, vol. 4, hlm. 100] menjelaskan makna ayat 140 sebagai berikut:
وكيف تضعفون بسبب الآلام والجراح والقتل، فإن كنتم قد أصابتكم جراح، وقتل منكم طائفة في أحد، فقد أصاب أعداءكم قريب من ذلك من قتل وجراح، بل وتعرّضوا لألم أكثر في بدر، فإن هزمتم في أحد، فقد انتصرتم في بدر، والأيّام دول، والحرب سجال، ويوم لكم ويوم عليكم، وذلك كلّه لحكمة، فنجعل للباطل دولة في يوم، وللحقّ دولة في أيّام، والعاقبة والنّصر في النهاية للمتّقين المخلصين
Artinya: “Bagaimana kalian bisa merasa lemah sebab luka dan sayatan dan kematian. Jika kalian telah terkena luka dan sebagian dari kalian gugur di perang Uhud, maka musuh-musuh kalian tidak lama telah mengalami hal yang sama, bahkan mereka mengalami luka yang lebih banyak di perang Badar. Jika kalian dipukul mundur di perang Uhud, maka kalian telah menang di perang Badar. Hari-hari silih berganti, peperangan silih berganti siapa yang menang, terkadang di satu hari kalian memang, terkadang di hari lain kalian kalah. Itu semua terjadi karena hikmah. Kami jadikan kebatilan berdaulat di suatu hari, dan kebenaran berdaulat berhari-hari. Penutup dan kemenangan di titik terakhir hanya untuk orang-orang yang bertakwa dan yang ikhlas.”
Penulis menilai bahwa kedua ayat tersebut menyiratkan sebuah pesan dari Iran untuk Hizbullah agar tetap tegar dan teguh dalam perjuangan melawan rezim Zionis Israel, serta tidak mundur sama sekali meskipun sejengkal. Ayat itu juga memberikan pesan bahwa menang dan kalah dalam peperangan adalah hal yang silih berganti, dan itu merupakan sunnatullah yang harus dipatuhi.
Kemenangan yang hakiki adalah kemenangan yang diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa dan ikhlas serta layak untuk mendapatkannya. Wallahu a’lam.




Comments are closed.