Mon,11 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Meteor Cirebon Gegerkan Warga: Mengenang Kembali Kisah Jatuhnya ‘Kanjeng Kyai Pamor’ Prambanan Tahun 1700-an

Meteor Cirebon Gegerkan Warga: Mengenang Kembali Kisah Jatuhnya ‘Kanjeng Kyai Pamor’ Prambanan Tahun 1700-an

meteor-cirebon-gegerkan-warga:-mengenang-kembali-kisah-jatuhnya-‘kanjeng-kyai-pamor’-prambanan-tahun-1700-an
Meteor Cirebon Gegerkan Warga: Mengenang Kembali Kisah Jatuhnya ‘Kanjeng Kyai Pamor’ Prambanan Tahun 1700-an
service

Meteor Cirebon Gegerkan Warga: Mengenang Kembali Kisah Jatuhnya 'Kanjeng Kyai Pamor' Prambanan Tahun 1700-an

images info

Meteor Cirebon Gegerkan Warga: Mengenang Kembali Kisah Jatuhnya ‘Kanjeng Kyai Pamor’ Prambanan Tahun 1700-an


Meteor raksasa yang jatuh di langit Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat pada Minggu (5/10) menimbulkan kehebohan di masyarakat. Fenomena alam ini memicu kepanikan, banyak warga mengira telah terjadi gempa bumi.

Ternyata jatuhnya meteor ini juga pernah terjadi di kawasan Prambanan sekitar tahun 1700. Benda langit yang jatuh di kawasan Prambanan itu adalah iron meteorit. Iron meteorit yang jatuh di kawasan Prambanan tersebut pecah menjadi beberapa bagian.

Pecahan dari meteor yang diambil dengan dinamit ini lalu dibawa ke Keraton Surakarta pada masa Paku Buwono (PB) III. Kemudian pecahan yang lebih besar menyusul pada masa Pakubuwono (PB) IV.

“Konon sudah ada batas negara antara Yogyakarta dengan Surakarta. Jatuhnya di timur sungai, artinya masuk Surakarta. Makannya dibawa ke Surakarta,” kata kerabat Keraton Kasunan Surakarta, KGPH Puger yang dimuat Detik, Selasa (7/10).

Puger mengungkapkan tidak mudah untuk membawa batu meteor yang dinamakan Kanjeng Kyai Pamor ini. Hal ini karena, batu berukuran sekitar 1 meter kubik itu menghujam ke dalam tanah setelah jatuh dari luar angkasa.

“Ceritanya itu mengambilnya pakai dinamit. Karena itu kan ambles, tidak bisa diambil langsung,” ujarnya.

Digunakan sebagai bahan baku keris

Benda langit itu lalu ditempatkan di tempat khusus di bagian utama Keraton Kasunanan Surakarta. Sementara itu, pecahan kecil yang masih ada di Prambanan digunakan oleh masyarakat sebagai bahan baku keris.

“Di situ kan banyak pecahan kecil-kecil, serpihan yang di Prambanan tempat jatuhnya. Itu dicari masyarakat terus dipakai buat bahan baku keris. Sedangkan yang besar namanya Kiai Pamor dipakai buat persediaan bahan pamor keris untuk Keraton Solo,” kata Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, KRA Dany Narsugama yang dinukil dari Kompas.

Dany menjelaskan selain digunakan sebagai bahan pembuatan keris, masyarakat juga mencari serpihan batu iron meteorit itu untuk diperdagangkan. Ternyata pada zaman itu, satu gram iron meteorit bisa dihargai senilai dua gram emas.

“Dahulu tahun 1935 harga di pasaran masyarakat itu adalah satu gram iron meteorit sama dengan harga dua gram emas,” terangnya.

Batu meteorit yang disakralkan

Dia menjelaskan oleh Keraton Solo, iron meteorit Kiai Pamor ini disakralkan sebagai komoditas bahan baku pembuatan pusaka keraton. Sehingga dibangunkan cungkup pada masa pemerintahan Raja Keraton Solo Pakubuwono (PB) IX.

“Iron meteorit ini ada kandungan kapur, besi, titanium, dan niobium. Jadi warna pamor keris lebih cemerlang,” ungkapnya.

Bahkan meteor ini tidak dipamerkan di museum Keraton Solo. KGPH Puger menjelaskan sebenarnya meteor dengan nama Kanjeng Kyai Pamor itu sempat mau dipamerkan di museum, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.

“Pernah diangkat ke museum, tapi tidak berhasil,” kata Puger.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editor arrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.