Mubadalah.id – Laki-laki mana pun dapat mendukung dan membantu memperbaiki kondisi kesehatan perempuan dengan cara:
Pertama, mengasuh anak-anaknya agar menghormati dan menghargai perempuan, serta memperlakukan anak laki-laki maupun perempuan secara setara.
Kedua, menanyakan pendapat dan gagasan perempuan serta bersedia mendengarkan. Seorang laki-laki bisa mendengarkan segala kepedulian dan kebutuhan istri serta anak perempuannya, dan melihat apakah mereka bisa mencari jalan untuk memenuhi segala kebutuhan setiap anggota keluarga bersama-sama.
Ketiga, membicarakan dengan pasangan berapa jumlah anak yang masing-masing inginkan, kemudian mengambil tanggung jawab yang setara untuk menjalankan KB.
Keempat, mendorong pasangan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala dan membantu menemukan uang dan waktu baginya untuk melakukan itu.
Kelima, bergantian mengasuh anak serta berbagi pekerjaan rumah tangga sehari-hari.
Setia Kepada Pasangan
Keenam, setia kepada pasangan atau, seandainya tidak, bersikap terus terang kepadanya. Ketika bersama perempuan lain, hendaknya mempraktikkan hubungan seks yang aman.
Kalau seorang laki-laki terkena penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual, ia harus segera memberitahu semua mitra seksualnya sehingga semua bisa segera memperoleh perawatan dan penyakitnya tidak sampai menjalar ke mana-mana.
Ketujuh, mendorong pasangan untuk mengambil jatah makanan yang adil, biarpun mungkin hanya terdapat makanan yang sedikit di rumah.
Kedelapan, mendorong semua anak, laki-laki maupun perempuan, untuk terus bersekolah setinggi-tingginya semampu mereka. Makin lama mereka menempuh pendidikan, makin besar peluang memilih penghidupan ketika mereka dewasa, dan kondisi kesehatan mereka pun akan lebih baik.
Seorang lelaki bisa juga memberi contoh atau menjadi panutan bagi masyarakatnya dengan cara:
Kesembilan, mendorong kaum perempuan di lingkungannya untuk datang ke pertemuan-pertemuan dan memastikan bahwa mereka punya kesempatan untuk mengutarakan pikiran serta perasaan. Atau, dengan mendorong perempuan untuk mengadakan pertemuan sendiri dengan sesamanya, di mana kaum laki-laki tidak akan ikut berbicara.
Kesepuluh, mendorong perempuan untuk terlibat dalam perencanaan serta pelaksanaan proyek-proyek kemasyarakatan.
Kesebelas, mendorong sesama lelaki untuk membatasi penggunaan alkohol serta obat-obatan terlarang karena tindakan itu tidak akan memberikan keuntungan apa pun kepada masyarakat. Bahkan, menghambur-hamburkan uang dan menghabiskan energi saja. Cobalah merancang pesta atau perayaan yang tanpa suguhan alkohol.
Keduabelas, tidak menenggang atau menerima tindakan kekerasan apa pun terhadap perempuan dan anak-anak.
Ketigabelas, mengajari anak-anak merawat kesehatan raga, mental, dan seksual, serta mengajari mereka mencegah penyakit-penyakit yang umum.
Keempatbelas, berusaha mengubah citra bahwa “laki-laki yang jantan sama dengan laki-laki yang berhubungan seks dengan banyak perempuan”. Lelaki yang jantan adalah seorang mitra yang baik dan bisa diandalkan untuk mendukung pasangannya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 19.





Comments are closed.