
Jersey Timnas Timor Leste./Instagram fftl.official
Ada cerita menarik di balik jersey sepak bola milik Timnas Timor Leste. Jika diperhatikan, jersey Timnas Timor Leste sudah lama memakai apparel asal Indonesia.
Semua bermula pada 2017 saat Timnas Timor Leste menggandeng Narrow sebagai apparel resminya. Inilah kali pertama Timnas Timor Leste menggunakan jersey buatan apparel asal Indonesia.
Sebelumnya, Timnas Timor pernah menggunakan beberapa jenama berbeda sebagai apparel-nya. Sejak 2004, O Sol Nascente tercatat menggunakan Tiger, Adidas, Nike, dan Mitre. Pernah pula jersey-nya diproduksi sendiri sehingga tidak ada logo jenama apparel apa pun yang terpampang.
Saat pertama kali bekerja sama dengan Nike, Timnas Timor Leste mengenakan jersey yang didesain dengan mozaik lancip di bagian depannya. Menggunakan warna utama merah, jersey tersebut dihiasi warna hitam di kedua lengan serta sedikit aksen kuning di ujungnya, juga di bagian kerah.
Untuk diketahui, Narrow merupakan brand apparel olahraga lokal yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Penelusuran GNFI menemukan bahwa Narrow sudah aktif memproduksi pakaian olahraga sejak tahun 2014. Produk pertamanya adalah kostum untuk tim sepak bola Dago Asri FC.
Sejak itu, Narrow terus berkembang. Tidak hanya klub berbasis komunitas, klub olahraga profesional pun kemudian ikut menggunakan produk mereka. Beberapa di antaranya adalah tim futsal UPI yang pada 2015 ikut Women Super Futsal League, juga Biang Bola Kaltim yang berpartisipasi dalam Pro Futsal League 2016.
Menariknya lagi, Narrow tidak hanya memproduksi jersey untuk tim sepak bola dan futsal. Pernah pula jenama tersebut membuat jersey bagi tim voli profesional. Adalah klub Jakarta Elektrik PLN yang menggunakan jersey Narrow saat berlaga di Proliga 2016.
Timnas Timor Leste dan Narrow bekerja sama selama sekitar enam tahun. Hingga 2023, Narrow sudah empat kali membuat desain jersey untuk negara yang dulunya adalah bagian dari Republik Indonesia itu. Dengan kata lain, Narrow memperbarui desain jersey Timnas Timor Leste setiap dua tahun sekali.
Tahun 2023 menjadi tahun terakhir Timor Leste dan Narrow menjalin kerja sama. Timnas Timor Leste kemudian berganti apparel ke jenama asal Indonesia lain, yakni Oliver.

Oliver Apparel adalah merek apparel lokal yang berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia. Brand milik Huda Sulistyo ini berbasis di Gendengan, Wirun, Kecamatan Mojolaban.
Bagi para pecinta sepak bola Indonesia, Oliver sesungguhnya bukan jenama yang asing. Sebab, Oliver sudah pernah menjadi penyedia jersey bagi sejumlah klub dalam negeri, mulai dari Persebi Boyolali, Madiun Putra FC, hingga Persiharjo Sukoharjo.
Hubungan Oliver dengan dunia Timor Leste sebetulnya sudah terjalin sejak 2022. Kala itu, Oliver menjadi sponsor resmi untuk Timnas Futsal Timor Leste. Dua tahun berselang, barulah Oliver menjamah kancah sepak bola negeri itu.
Sejauh ini, sudah dua desain yang dibuat Oliver. Saat ini, Oliver menampilkan budaya lokal Timor Leste dalam jersey buatannya secara gamblang. Pada desain yang diluncurkan pada 2025 lalu, terdapat motif kain tradisional Timor Leste yang dipasang di bagian depan dan belakang jersey. Tak ketinggalan, di ujung lengan dan sepanjang kerah pun motif tradisional tersebut ikut dihadirkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor





Comments are closed.