
Kemunculan kamitetep sempat dikeluhkan netizen. Serangga kecil yang menempel di dinding, langit-langit, lemari, hingga tempat tidur itu dianggap mengganggu karena jumlahnya meningkat drastis. Tak sedikit pula yang mengaku mengalami rasa gatal setelah bersentuhan dengannya.
Penyebab fenomena itu tidak semata-mata karena kondisi rumah yang lembap. Para pemerhati burung menilai ledakan populasi kamitetep merupakan dampak dari terganggunya keseimbangan ekologi di kawasan perkotaan. Salah satu pemicunya adalah maraknya perburuan burung liar untuk memenuhi kebutuhan komunitas “kicau mania”.
Kamitetep merupakan fase larva dari ngengat yang secara alami menjadi mangsa berbagai jenis burung pemakan serangga. Selama populasi predator tetap terjaga, jumlah kamitetep di alam relatif terkendali. Namun ketika burung-burung tersebut semakin berkurang, rantai makanan pun terputus dan populasi kamitetep meningkat tanpa kendali.





Comments are closed.